Musik Bisa Buat Anda Keranjingan Junk Food

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Rabu, 08/06/2016 15:18 WIB
Musik Bisa Buat Anda Keranjingan Junk Food ilustrasi makan junk food (Thinkstock/pojoslaw)
Jakarta, CNN Indonesia -- Musik ternyata tak cuma membuat hati senang. Namun kenyataannya, menurut penelitian terbaru, musik populer juga bisa meningkatkan kecenderungan keranjingan junk food. Sejak dulu, strategi pemasaran makanan cepat saji di televisi dan di media populer dituduh berkontribusi pada peningkatan epidemi kasus obesitas anak-anak di Amerika.

Sebuah penelitian dari NYU Langone Medical Center menemukan adanya korelasi antara penyanyi, grup band populer dengan remaja dan iklan makanan yang dibintanginya. Mengutip Food And Wine, tim peneliti menganalisis beragam iklan makanan yang dibintangi oleh penyanyi terkenal.

Ketika sebuah iklan makanan dibintangi selebriti, ternyata studi menyebutkan bahwa makanan tersebut mengandung nutrisi rendah. Sedangkan 79 persen minuman ternyata merupakan minuman tinggi gula. Dan parahnya, tak ada satu iklan pun yang dibintangi selebriti di Amerika ini mengandung sayuran, buah, atau gandum utuh.


Perusahaan makanan dan minuman menghabiskan US$2 miliar setahun untuk membuat iklan yang ditujukan pada kaum muda. Selain itu, anak-anak dan remaka menyaksikan sekitar 4700-5900 iklan setahun.

Berdasar laporan CNN, di masa lalu banyak penyanyi terkenal yang bekerja sama dengan merek produk dari perusahaan besar untuk mempromosikan makanan dan minuman yang tak sehat. Adam Levine dan Beyonce misalnya, mereka membuat lagu jinggle untuk minuman berkarbonasi yang tinggi gula. Justin Timberlake dan Will.i.am membuat jingle untuk makanan cepat saji dan minuman karbonasi.

"Bintang musik populer di kalangan remaja membuat mereka terlihat unik dan dianggap sebagai role model positif," kata rekan penulis studi, Alysa N. Miller.

"Selebriti harus menyadari bahwa dukungan mereka bisa memperburuk perjuangan masyarakat terhadap obesitas. Dan mereka harus mendukung produk sehat sebagai gantinya." (chs/chs)