Konsumsi Serat Buat Umur Lebih Panjang dan Bebas Penyakit Tua

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Senin, 06/06/2016 12:52 WIB
Konsumsi Serat Buat Umur Lebih Panjang dan Bebas Penyakit Tua ilustrasi makan buah (jill111/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Serat ternyata bukan hanya baik untuk pencernaan, menurunkan kolesterol, dan membuat Anda kenyang lebih lama. Konsumsi serat juga dianggap bisa membantu menurunkan berat badan.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa serat punya manfaat lainnya. Serat dianggap bisa membantu Anda hidup lebih lama dan mencegah timbulnya penyakit sampai usia tua.

Mengutip Global News, peneliti dari Westmead Institute for Medical Research Australia mengungkapkan bahwa menambah serat dalam asupan makanan harian akan memberikan sebuah perbedaan yang besar. Khususnya ketika mengalami masalah penuaan.


Penemuan mereka dilakukan terhadap 1600 orang dewasa, dengan sekitar 50 orang di antaranya berusia lebih tua. Lewat penelitian ini, mereka ingin mengetahui bagaimana nutrisi, khususnya karbohidrat memengaruhi penuaan.

"Ada banyak variabel yang diamati, khsuusnya asupan serat - di mana ini merupakan tipe karbohidrat yang tak bisa dicerna tubuh- memiliki pengaruh yang paling kuat," kata Dr Bamini Gopinath, pemimpin penelitian.

Gopinath mengatakan bahwa timnya berhasil mendefinisikan bahwa penuaan pada orang dewasa tak berhubungan dengan kecacatan, depresi, gangguan kesehatan otak, masalah pernapasan atau penyakit kronis seperti kanker, jantung, dan stroke.

Tapi penelitian melihat pada kebiasaan makan para responden. Termasuk di dalamnya adalah asupan serat, indeks glikemik, asupan gula, dan asupan glikemik. Namun pada akhirnya semuanya adalah tentang berapa banyak serat yang dikonsumsi seseorang.

"Intinya kami menemukan bahwa asupan tertinggi dari serat atau total serat dalam tubuh, 80 persennya berperan dalam hidup panjang dan sehat lebih dari 10 tahun. Artinya mereka lebih rendah risikonya untuk menderita hipertensi, diabetes, demensia, dan cacat fungsional," jelasnya.

Serat-serat yang disarankan ini ditemukan paling banyak terkandung dalam buah, sayuran, gandum utuh, dan legum. The Heart and Storke Foundation, mengungkapkan bahwa oatmeal, kacang, lentil, apel, stroberi, dan jeruk merupakan sumber serat penting.

(chs/chs)