"Wanita tidak hanya cantik dengan polesan wajah tapi dia juga harus tahu bagaimana berpakaian pada acara atau kondisi tertentu. Bagaimana penampilan itu merepresentasikan dirinya dan pekerjaannya," kata Konsultan Fesyen Carend Delano saat ditemui pada acara 'WOW! Woman on Work' di Metro Plasa Senayan, Jakarta, Jumat (22/7).
Head of Marketing Communication Metro, Scesilia Febiana pun mengatakan bahwa wanita pekerja dengan berbagai profesi yang berbeda, pasti akan membutuhkan busana kerja yang menarik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kamu yang menentukan brand itu personal style atau bukan. Cari style yang tepat karena penting dalam menentukan kesuksesan. Di saat ingin diperlakukan baik harus menampilkan yang baik dahulu," ujarnya.
Kunci utama dalam penampilan, menurut Carend adalah bagaimana diri sendiri dapat merepresentasikan pekerjaannya lewat sebuah penampilan. Penampilan ini dapat menjadi kepercayaan diri dan dipercaya oleh rekan kerja.
"Misal pekerjaannya brand manager khusus sepatu, tapi saat bertemu dan memperkenalkan diri pada klien dia pakai sendal santai, tentu klien tidak akan percaya. Makanya bila kerja di latar yang fokusnya pada sepatu, misalnya, maka yang diutamakan sepatunya dahulu," katanya.
"Pertama kenali diri, bagaimana bentuk tubuh kemudian sesuaikan dengan pekerjaannya," ujarnya.
Tak hanya itu, menurut Carend, hal lain pun menjadi aspek yang perlu diperhatikan. Bila ada satu bagian yang mengganggu, poin terhadap penilaian diri pun akan berkurang.
"Jangan lupa juga perihal make up dan rambut. Bagi wanita, yang penting itu pertama adalah rambut. Rambut berantakan tak apa asal jangan bau. Kalau sudah bau dan berada di acara penting akan mengganggu. Semua harus diperhatikan dari ujung rambut sampai kaki," katanya.
(meg)