“Sudah terjadi perubahan perilaku dan kebiasaan orang. Digital sudah mengubah customer behavior,” kata Arief, beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Semacam pasar atau mal yang berisi paket-paket pariwisata dari para pelaku bisnis pariwisata,” terang Arief.
Platform tersebut, ujar Arief, akan memudahkan calon pelanggan bertransaksi. Mereka bisa melihat-lihat, memilih paket yang cocok, lalu memesan dan membayar dengan berbagai skema.
“Tidak harus membuang waktu untuk datang ke kantor travel dan bertransaksi manual,” sebutnya.
Arief optimis, pariwisata Indonesia bisa unggul lewat pemasaran digital. Arief memprediksi, dengan dukungan strategi pemasaran digital, pariwisata bisa jadi penghasil devisa terbesar pada 2019 dan jadi yang terbaik di kawasan regional.
“Targetnya devisa dari pariwisata adalah US$24 miliar,” ujar Arief, sembari menambahkan pesaing terbesar Indonesia dalam hal pariwisata adalah Thailand, yang jumlah devisanya sudah menembus angka US$40 miliar.
Arief juga tengah bersemangat menjadikan Indonesia sebagai Tourism Hub Country. “Ketika tourism-nya maju, otomatis, trade dan investment-nya juga akan terdongkrak maju,” kata dia.
Optimalisasi Pasar Domestik
Soal pasar digital, Kementerian Pariwisata tidak langsung menyosor pasar mancanegara, namun memulai lewat pasar domestik.
“Penduduk Indonesia mencapai 259,1 juta jiwa dan 88,1 juta di antaranya atau 34 persen, adalah pengguna aktif internet,” kata Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti.
Dari jumlah itu, Esthy menambahkan, sebanyak 79 juta adalah pengguna aktif media sosial dan 66 juta aktif menggunakan ponsel.
“Angka penduduk yang melek digital jumlahnya sudah sepertiga penduduk Indonesia. Sangat tinggi. Itulah yang membuat kita haru bertransformasi ke digital,” paparnya.
Beberapa transformasi yang disebutkan Esthy adalah penerapan Monitoring Information System (MIS) dan Dashboard Digital Data yang secara akurat bisa menyajikan data pergerakan wisatawa domestik.
“Misal, SMS ucapan Selamat datang di Surabaya, ikuti Pekan Budaya Surabaya. Info lengkapnya ada di tautan yang diberikan di SMS. Wisatawan tinggal klink link ke landing page informasi,” terang Esthy. (vga)