'Tiga Idiot' Terjebak Saat Nekat Mendaki Uluru

Vega Probo, CNN Indonesia | Rabu, 21/09/2016 07:55 WIB
Butuh 11 jam bagi tim penyelamat untuk mendaki, menemukan dan mengeluarkan ketiga pemuda dari celah batu vertikal. Ilustrasi (CNNIndonesia/Fajrian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Larangan dibuat bukan untuk dilanggar, melainkan ditaati. Sekalipun ada sanksi bagi si pelanggar, masih saja ada orang yang nekat. Seperti tiga pemuda yang baru-baru ini nekat mendaki ‘Gunung Merah’ Ayers Rock di Uluru, Australia.

Laman Huffington Post Australia mengabarkan, ketiga pemuda berusia 23 tahun itu melakukan pendakian, pada Senin sore (19/9), namun celakanya, mereka terjepit di antara celah batu. Untung saja, kecelakaan ini segera diketahui.

Butuh 11 jam bagi tim penyelamat untuk mendaki, menemukan dan mengeluarkan ketiga pemuda dari celah batu vertikal yang menjepitnya, pada Selasa pagi (20/9). Begini lah jadinya bila tak mengindahkan peraturan, juga pemali kaum pribumi.


“Uluru adalah tempat suci dalam budaya kami, sumber pengetahuan agung. Berdasarkan hukum tradisional, pendakian tidak diizinkan,” demikian tulisan yang tertera di papan petunjuk di kaki gunung tersebut. “Ini rumah kami. Harap tidak mendaki.”

Sebetulnya, larangan mendaki Uluru tidak hanya ditegaskan di papan petunjuk itu saja. Para warga, juga agen dan operator wisata pun sudah mewanti-wanti para wisatawan agar tidak mendaki Uluru. Tapi tetap saja ada wisatawan yang nekat melanggar.

Kenyataannya, ribuan orang nekat mendaki Uluru setiap tahun, sekalipun sudah ditetapkan peraturan di lokasi maupun di website Taman-taman Nasional milik pemerintah setempat. Mereka tidak menyadari, pelanggaran yang berujung kecelakaan adalah beban.

Beban yang mesti ditanggung bukan hanya biaya penyelamatan yang memang tidak sedikit, termasuk pemakaian helikopter. Lebih dari itu, tim penyelamat juga harus bekerja semalam suntuk, dari mempersiapkan pendakian sampai memberikan pertolongan.

“[Aksi penyelamatan] ini merupakan upaya besar-besaran bagi relawan NTES [Northern Territory Emergency Service]. Ini bisa merusak peralatan dan membutuhkan banyak biaya,” kata juru bicara Northern Territory Police, Fire and Emergency Services.

“Sungguh penting untuk tidak melanggar batas area saat berjalan menembus semak-semak, agar tidak terjebak di area berbahaya,” sang juru bicara menambahkan, dikutip Huffington Post Australia. Kenyataannya, kondisi ketiga pemuda itu cukup memprihatinkan.

“Mereka kelaparan, tapi keadaannya baik-baik saja. Mereka masih punya persediaan air minum, dan tidak dehidrasi,” kata juru bicara itu, dikutip laman Sydney Morning Herald. Belum diketahui apakah ketiga pemuda ‘idiot’ itu akan dikenakan sanksi.

Sebelumnya, Sydney Morning Herald mengabarkan, seorang wisatawan asal Taiwan juga terjebak di Uluru selama lebih dari 24 jam. Ia terjatuh di celah batu dengan kedalaman 20 meter, hingga mengalami cedera kepala dan patah tulang.

(vga/vga)