Selat Lembeh adalah perairan sempit yang memisahkan Pulau Sulawesi, tepatnya Kota Bitung dan Pulau Lembeh. Kendati secara geografis dekat dengan Bunaken, namun Selat Lembeh punya keanekaragaman hayati laut yang tidak dimiliki destinasi populer di Manado tersebut.
Berbicara pantai, Selat Lembeh terbilang punya pantai yang tidak terlalu lebar dan diikuti tubir atau tepi jurang. Arusnya pun kuat karena selat yang sempit berhadapan langsung dengan Samudera Pasifik. Namun selat sepanjang 16 kilometer dengan lebar sekitar satu-dua kilometer ini punya 95 titik penyelaman (diving spot).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebutkan beberapa biota langka tersebut adalah pigmy seahorse, hairy frogfish dan mimic octopus.
Di Selat Lembeh juga terdapat ekowisata mangrove, Taman Nasional Tangkoko, ada 233 spesies burung, di sini juga hidup Tarsius,” tambah Maximiliaan.
Selain itu, Lembeh juga memiliki pesona destinasi bersejarah seperti Monumen Trikora, Kapal Karam, juga gelaran festival seperti Festival Selat Lembeh yang akan digelar 6-10 Oktober 2016 mendatang.
”Bagi saya, Lembeh itu ibarat putri cantik yang sedang tidur. Festival Selat Lembeh adalah cara membangunkan putri tersebut,” ujarnya.
Banyak biota langka yang bisa ditemui di Selat Lembeh, seperti pigmy seahorse, hairy frogfish, dan mimic octopus. (fenkieandreas/Thinkstock) |
Olly menyebutkan terdapat lima pilar pariwisata yang bisa dikembangkan di Lembeh, yakni Pesona Bahari, Pesona Fauna, Pesona Industri, Pesona Budaya dan Pesona Sejarah.
Melalui lima pilar tersebut, Olly optimistis Sulawesi Utara bisa menyumbang satu juta wisatawan, di 2019 mendatang. Terlebih, kini akses menuju Lembeh semakin luas dengan adanya penerbangan langsung yang ditawarkan maskapai Lion Air.
”Setelah dibuka penerbangan langsung maka akan menjadi hubungan pertama di Timur seperti Luwuk, Morotai, raja Ampat, Wakatobi, terutama wisatawan dari China, Hong Kong, Jepang dan Korea Selatan,” tutur Olly.
Dia juga menambahkan akses menuju Bitung dan Selat Lembeh, semakin mudah. “Bitung dari Manado hanya 50 kilometer atau sekitar satu jam perjalanan darat dari Bandara Sam Ratulangi di Manado,” kata dia. (les)
Banyak biota langka yang bisa ditemui di Selat Lembeh, seperti pigmy seahorse, hairy frogfish, dan mimic octopus. (fenkieandreas/Thinkstock)