Tarsius, Primata Imut dari Celebes

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Minggu, 09/10/2016 18:00 WIB

Bitung, CNN Indonesia -- Berkunjung ke Sulawesi Utara, selain wisata bahari dan kuliner, ada objek wisata lain yang wajib dikunjungi: tarsius dan kuskus beruang.

Pulau Sulawesi terkenal dengan wisata bahari dan kuliner, tapi bagi para pencinta alam, ada satu alasan yang menjadikan Sulawesi istimewa, yakni tarsius. Primata unik ini bisa ditemui di Taman Nasional Tangkoko atau Suaka Margasatwa Tandurusa di Bitung, Sulawesi Utara.
Tarsius (Tarsius tarsier) adalah primata terkecil di dunia. Ukurannya hanya 10-15 cm atau sebesar kepalan tangan manusia. Binatang imut ini juga kerap disebut dengan nama monyet hantu.
Tarsius tidak hanya ditemukan di Sulawesi, hewan ini juga endemik di Filipina. Tercatat ada sembilan sub-spesies tarsius di dunia, 2 diantaranya berhabitat di Flipina dan sisanya, di Sulawesi, Indonesia. 
Keunikan hewan ini adalah bentuknya yang mungil, dengan mata besar dan kaki belakang atau tulang tarsal yang sangat panjang. Kaki belakang itulah yang menjadi asal-usul namanya.
Primata mungil ini adalah makhluk nokturnal. Mereka tidur di siang hari dan aktif berburu di malam hari. Mereka juga merupakan hewan arboreal yang hidup di pepohonan.
Jenis makanan tarsius umumnya serangga, seperti jangkrik atau kecoak. Namun mereka juga kerap memakan reptil kecil dan kelelawar. Spesies unik ini berstatus langka dan dilindungi di Indonesia. 
Selain tarsius, mamalia unik lain yang juga bisa ditemukan di Sulawesi adalah kuskus beruang. Ada dua jenis yang berhabitat di Celebes, yakni kuskus beruang (Ailurops ursinus) dan kuskus talaud (Ailurops melanotis). Kedua jenis kuskus itu dibedakan berdasarkan warna rambut.
Kuskus atau kuse masih berkerabat dengan kanguru karena termasuk dalam hewan marsupial atau berkantung. Mereka adalah hewan herbivora yang hidup di pepohonan (arboreal).
Tidak hanya mamalia, Sulawesi juga memiliki banyak jenis burung. Salah satunya adalah pergam gunung (Ducula badia) yang memiliki bulu berwarna kontras, putih di bagian dada serta hijau kecoklatan di bagain kepala dan sayap. 
Satwa dilindungi lainnya yang juga berhabitat di Sulawesi adalah elang bondol (Haliastur Indus). Burung pemangsa ini dilindungi karena populasinya yang terus menurun.