Legenda Canderi, Restoran Perdana di Jantung Bali

Vega Probo, CNN Indonesia | Jumat, 21/10/2016 19:36 WIB
Legenda Canderi, Restoran Perdana di Jantung Bali Canderi, salah satu pionir restoran dan penginapan di Ubud, Bali. (CNNIndonesia/Vega Probo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wajah Ubud, setengah abad lalu, sangat berbeda dibanding sekarang. Kawasan yang berada di jantung Bali ini masih sepi dan alami. Demikian dikisahkan oleh Canderi, pemilik salah satu restoran dan penginapan pertama di Ubud.

“Dulu, tidak ada jalan aspal di [kawasan] Monkey Forest, masih sawah-sawah. Saya sering ke Monkey Forest untuk mandi di pancuran. Tidak seperti sekarang: penuh, ada art shop, homestay, macam-macam,” kata Canderi kepada CNNIndonesia.com, belum lama ini.

Ketika itu, era 1960-an, nyaris tidak ada penginapan dan restoran di Ubud. Canderi pun membuka pintu rumahnya untuk wisatawan asing. Tak sekadar menginap, mereka juga membantu Canderi secara finansial untuk mengembangkan restoran, juga penginapan.


Lebih menyenangkan lagi, mereka pun mengajari Canderi masakan khas negaranya, sekaligus membelikan peralatan masak. Lama-kelamaan Canderi pun piawai membuat jaffle, guacamole, taco, chapati.

“Tamu-tamu mengajari saya membuat sandwich, jaffle, omelet, pancake dan lain-lain,” kata Canderi yang kini berusia 83 tahun. Mereka juga membawa Canderi ke Kuta untuk mempelajari makanan Eropa.

Kini, lima dekade kemudian, para tamu di restoran Canderi bisa memesan aneka makanan khas Indonesia dan mancanegara. Di antaranya, ayam betutu, nasi goreng, rendang, lawar, hamburger, pizza, taco, pancake.

Nicolas Percet, turis asal Sainte Maxime, Prancis, mengaku doyan nasi goreng ala restoran Canderi. Ia masih mengingat pengalaman pertama kali menjejakkan kaki di restoran ini, lima tahun lalu, hingga akhirnya menjadi langganan.

“Saya terbilang sering ke sini. Saya menikmati makan dan minumnya. Saya suka nasi goreng. Atmosfernya menyenangkan. Orang-orangnya ramah, layaknya keluarga,” kata Nicolas kepada CNNIndonesia.com.

Canderi mengaku selalu memasak dengan cinta. Agaknya ini lah yang membuat para tamu selalu datang lagi dan lagi. Mereka juga terkesan dengan suasana kekeluargaan di restoran di Jalan Monkey Forest ini.

Canderi mengaku belum membukukan resep kepada anak-anaknya. Meski begitu, mereka mendapat warisan yang sangat berharga: semangat dan kerja keras sang Ibu, yang layak disebut pionir restoran dan penginapan di Ubud.

“Ibu betu-betul pekerja yang ulet. I love my mother,” kata I Made Swa Ananta, putra ke-dua Canderi, kepada CNNIndonesia.com. Pengelolaan restoran dan penginapan perdana kini di tangan Ananta.

Sementara putra ke-lima, I Ketut Swa Ananda, mengelola restoran dan penginapan di area lain, masih di sekitar Ubud. “Kami bertekad menjaga nama ibu. Kami bangkitkan Balinese style, style Ibu Canderi.”

(vga/vga)