Anggur Rasa Mariyuana Disambut Positif di Calfornia

Vega Probo, CNN Indonesia | Selasa, 18/10/2016 10:57 WIB
Anggur Rasa Mariyuana Disambut Positif di Calfornia Ilustrasi (Dok. Snowdrift Cider)
Jakarta, CNN Indonesia -- Apa jadinya bila menenggak minuman anggur bercampur mariyuana. Laman Metro menyatakan ini jelas bukan ide yang bagus. Karena bukan mustahil campuran keduanya bakal membuat si peminum muntah, pingsan dan menyesal di kemudian hari.

Namun yang pasti, minuman anggur bercampur mariyuana (weed-infused wine) bukan sekadar rumor, melainkan benar-benar ada. Canna Vine, namanya. Untuk sementara, minuman yang ramai dibahas di jagat maya ini hanya tersedia di California, AS.

Canna Vine dibuat dari mariyuana dan anggur organik (biodynamically farmed grapes). Sejak diluncurkan, baru-baru ini, langsung ludes diborong oleh perusahaan pencinta mariyuana yang berharap pamor minuman anggur mariyuana mendunia.



Lisa Molyneux, penikmat dan pemilik dispensary mariyuana menyatakan kepada Los Angeles Times bahwa menenggak minuman anggur mariyuana yang juga disebut green wine, membikin galau, tubuh serasa melambung, tanpa menimbulkan mental high.

“Ada sedikit rasa terbakar setelah mereguk [minuman anggur mariyuana] untuk pertama kali, tapi kemudian efeknya sangat menyenangkan, dan di pengujung malam, anda akan tertidur pulas,” kata Lisa kepada Los Angeles Times, dikutip Metro Inggris.

“Ini [manfaat] yang terbaik dari kedua jagat; anda beroleh minuman anggur lezat sekaligus manfaat kesehatan.” Meskipun banyak orang tertarik mencicipi rasa dan manfaatnya, bukan hal mudah untuk mendapatkan si minuman anggur mariyuana.


Sebab green wine hanya tersedia di California. Sementara negara bagian lain baru sebatas melegalkan mariyuana, tapi belum memperbolehkan konsumsi mimunan anggur mariyuana. Si pembeli juga harus memiliki SIM, surat izin (memiliki) mariyuana.

Sejauh ini, tanggapan penggemar green wine relatif positif. “Menurut saya, minuman anggur bercampur herbal bisa menjembatani pemahaman bahwa ganja memang tak asing dengan budaya kita,” kata Melissa Etheridge kepada LA Times, dikutip Metro Inggris.

Melissa, yang juga pemilik usaha minuman anggur merek Know Label, kemudian balik bertanya, “Lagipula siapa bilang minuman anggur bercampur herbal bukan termasuk obat yang dicari seseorang di pengujung hari?”

(vga/vga)