Bahaya Mengayuh Sepeda Terlalu Cepat di Perkotaan

Endro Priherdityo , CNN Indonesia | Selasa, 01/11/2016 06:50 WIB
Bahaya Mengayuh Sepeda Terlalu Cepat di Perkotaan
Jakarta, CNN Indonesia -- Olahraga bersepeda memang menyehatkan. Namun tak berarti Anda bisa bebas bersepeda sesukanya dengan alasan olahraga. Bersepeda juga ada aturannya. Salah aturan main, olahraga juga bisa memberikan dampak buruk bagi tubuh.

Sebuah studi yang dilakukan peneliti menemukan bahwa mengayuh sepeda dengan cepat di kawasan perkotaan dapat membawa efek buruk bagi kesehatan.

Penelitian menunjukkan bila seseorang bersepeda terlalu cepat, akan membuat pengambilan udara dalam pernapasan jadi lebih dalam. Hal ini akan memperbesar peluang masuknya polusi ke paru-paru.

Tetapi di sisi lain, mengayuh sepeda terlalu lambat juga memperbesar durasi seseorang terpapar polusi udara.

Melansir Daily Mail, para ahli melakukan serangkaian studi dengan data lebih dari 10 ribu orang. Dari analisis data tersebut, mereka berupaya mengetahui kecepatan optimum bagi pesepeda.

"Semakin cepat Anda bergerak, semakin keras Anda bernapas, dan semakin banyak polusi yang masuk melalui napas. Namun di sisi lain Anda waktu Anda terpapar polusi lalu lintas juga lebih singkat," kata Alex Bigazzi, peneliti utama studi ini dari University of British Columbia.

Hasil penelitian yang dipublikasikan di the International Journal of Sustainable Transportation ini menemukan pesepeda baiknya mengayuh antara 12 hingga 20 kilometer per jam bila ingin berjalan di perkotaan.

Sementara bagi pejalan kaki, baiknya berjalan dengan kecepatan dua hingga enam kilometer per jam.

Namun rujukan ini mempertimbangkan usia dan gender dari pesepeda. Bagi pesepeda perempuan muda, disarankan berada di kecepatan 13 kilometer per jam, sedangkan laki-laki muda baiknya di bawah angka tersebut.

Namun pesepeda lebih tua, baik laki-laki atau perempuan, tidak boleh melebihi kecepatan 15 kilometer per jam untuk meminimalkan masuknya polusi ke tarikan napas mereka.

Untuk pejalan kaki berusia di bawah 20 tahun disarankan berjalan dengan kecepatan tiga kilometer per jam. Sedangkan bagi yang lebih tua, kecepatan harus melebihi empat kilometer per jam.

"Bila Anda bergerak cukup cepat, penarikan napas dan polusi akan secara siginifikan lebih tinggi. Kabar baiknya adalah, kecepatan minimum ini rata-rata kecepatan yang biasa dilakukan orang-orang," kata Bigazzi.

Polusi udara akibat dari kegiatan perkotaan telah menjadi faktor risiko berkembangnya asma, stroke dan kanker paru-paru. Polusi diyakini bertanggung jawab akan tiga juta kematian di seluruh dunia.