Cara Membuat Wanita Orgasme Menurut Sains

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Selasa, 08/11/2016 21:30 WIB
Cara Membuat Wanita Orgasme Menurut Sains Ilustrasi: Hasil sebuah penelitian menyimpulkan bahwa wanita dapat memiliki berbagai variasi yang luar biasa atas pengalaman orgasme mereka. (Thinkstock/Ondine32)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak terhitung banyaknya tulisan yang menyebutkan area tubuh atau teknik tertentu dapat membuat wanita mencapai kepuasan seksual atau orgasme. Kini, asumsi yang selama ini beredar 'disahkan' secara sains.

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh para peneliti di Concordia University, Montreal, Kanada, dan diterbitkan di jurnal Socioaffective Neuroscience & Psychology menyebutkan, beberapa area di tubuh wanita dapat memicu orgasme.

Beberapa area yang dimaksud, yaitu bibir, puting, telinga, leher, jari tangan, dan jari kaki. Sebetulnya, sejak lama, sebagian area tersebut diyakini dapat memicu gairah seksual wanita, namun belum dibuktikan secara sains.


Berdasarkan kajian ilmiah, tim peneliti menyimpulkan bahwa wanita dapat memiliki berbagai variasi yang luar biasa atas pengalaman orgasme mereka.

Para peneliti menegaskan, orgasme tidak harus datang dari satu area di tubuh wanita, melainkan dari seluruh bagian tubuhnya. Faktor ini lah yang menyebabkan variasi orgasme  amat beragam antar individu wanita.

Melansir IFL Science, secara signifikan penelitian ini menegaskan bahwa orgasme adalah hal yang amat subjektif. Pengalaman orgasme seutuhnya bergantung pada masing-masing wanita.

Hal ini jelas berbeda dibandingkan kaum adam yang cenderung mengalami orgasme dengan pengalaman dan 'rasa' yang nyaris serupa. Sementara kaum hawa punya banyak ragam orgasme.

Namun pemahaman secara umum yang diterima medis terkait orgasme adalah kontraksi otot kelamin, yang disertai pasokan hormon endorfin yang memburu, dan kadang menghasilkan ejakulasi.

Dari hasil kajian tim, mereka menggarisbawahi bahwa "pemberian kenikmatan seksual secara intens" adalah kunci terjadinya orgasme.

Para peneliti pun mengakui bahwa orgasme pada wanita tidak memiliki definisi konkret, semua tergantung masing-masing individu wanita.

"Kami mengkaji sejarah dari debat antara peran klitoris dengan orgasme vagina, karena ini berkembang menjadi ide dan data yang bertentangan dari psikiatri dan psikoanalisis, epidemiologi, teori evolusi, teori politik feminis, fisiologi, dan akhirnya ilmu saraf," papar tim peneliti.

Mereka juga menegaskan, bahwa dari semua pengalaman orgasme yang terjadi di muka Bumi, tidak ada yang lebih misterius daripada yang dimiliki wanita.

 


(vga/vga)