Warung Gudeg Yu Djum Tak Sepi Doa Sepeninggal Sang Legenda

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Selasa, 15/11/2016 20:02 WIB
Warung Gudeg Yu Djum Tak Sepi Doa Sepeninggal Sang Legenda Gudeg Yu Djum tutup sementara pada masa berduka, setelah pendirinya meninggal dunia. (CNN Indonesia/Donatus Fernanda Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Warung Gudeg Yu Djum yang biasanya hampir tak pernah sepi dari pencinta kuliner, kini tutup. Tak ada bangku yang dibuka, tak ada wangi manis yang biasanya menggugah selera.

Warung itu telah ditinggalkan tangan pemiliknya. Yu Djum, legenda gudeg yang terkenal di Daerah Istimewa Yogyakarta, kini telah tiada. Yu Djum mengembuskan terakhir Senin (14/11). Warung pun tutup selama masa berduka, tak tentu sampai kapannya.

Kepergian Yu Djum menimbulkan kesedihan mendalam bukan hanya bagi keluarganya, tapi juga masyarakat Yogyakarta dan pencinta gudeg di mana-mana. Mereka yang tinggal di sekitaran Gudeg Yu Djum bahkan masih mendatangi warungnya atas nama menyampaikan bela sungkawa.


Semua restoran Yu Djum di Wilijan maupun cabang lainnya di Yogyakarta, memang tutup. Itu tak menghalangi kesedihan, rasa cinta, sekaligus doa yang ingin disampaikan pencintanya.

Ungkapan duka cita bahkan berseliweran di media sosial. Siapa tak kenal sosok yang identik dengan rambut berkonde itu. Menikmati Gudeg Yu Djum menjadi sensasi tersendiri, sekaligus menyimpan kenangan khusus, bagi mereka yang pernah duduk dan menyantap di warungnya.

Akun Twitter @anjar_dimasmemo misalnya. Ia mengungkapkan dengan berkicau, "Selamat jalan Yu Djum, gudeg jogja legendaris, jogja berduka...semoga amal ibadahmu diterima.. amin.”

"Innalillahiwainnailaihi radjiun. Padahal beberapa hari ini menu makanan di meja gudeg Yu Djum, oleh-oleh dari Jogja, ternyata yang 'masak' berpulang," tulis akun twitter @vy0nna.

"Mau gudeg mana pun kecuali gudeg Manggar, tetap pesohornya adalah Yu Djum," tulis akun @andriie_ssap.

Melalui media sosial pula, pakar kuliner Bondan Winarno mengunggah ungkapan bela sungkawanya.

"Malam ini saya tersentak mendengar berita tentang wafatnya seorang streetfood warrior kita, ibu Djuariah (gudeg Yu Djum).”

Yu Djum atau wanita dengan nama asli Djuwariah tutup usia pada Senin (14/11) pukul 18.00 WIB di RS Bethesda Yogyakarta di usia 81. Penjual gudeg legendaris di Wilijan 167 tersebut meninggal dunia karena sakit pencernaan, seperti yang dilansir dari DetikFood.

Sebelum meninggal dunia, Yu Djum dikabarkan telah sakit selama beberapa hari. Ia menderita komplikasi infeksi saluran kencing, ginjal, dan maag.

[Gambas:Video CNN]

Jenazah Yu Djum dikebumikan pada Selasa (15/11) siang pukul 13.00 WIB di Karangasem.

Gudeg Yu Djum menjadi ikon gudeg dan menjadi oleh-oleh khas Yogyakarta. Ia disebut legenda kuliner karena sudah menjual gudeg sejak usia 17 tahun.

Yu Djum sukses memikat lidah para turis domestik dan internasional dengan olahan makanan tradisional. Selama 71 tahun, Yu Djum mengolah nangka dari daerah Prembun menjadi gudeg cokelat kemerahan dengan teknik memasak di atas tungku api dengan kayu bakar.

Tak lengkap rasanya mengunjungi Yogyakarta tanpa menjajal Gudeg Yu Djum. Tak lengkap pula Warung Gudeg Yu Djum tanpa sang pendiri, meski anak-anaknya telah siap meneruskan usaha. (rsa/rsa)