Studi: Obat Kumur Bisa Obati Kencing Nanah

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Rabu, 21/12/2016 15:19 WIB
Obat kumur mampu membunuh bakteri penyakit seksual, juga di tenggorokan orang yang terinfeksi. Ilustrasi: Sebuah penelitian menunjukkan bahwa obat kumur yang beredar di pasaran bisa digunakan sebagai obat alternatif untuk mengatasi gonorrhea atau kencing nanah. (Merry Wahyuningsih)
Jakarta, CNN Indonesia -- Obat kumur ternyata bisa diandalkan lebih dari sekadar pembersih gigi dan gusi, juga penyegar napas.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa obat kumur yang beredar di pasaran bisa digunakan sebagai alternatif untuk mengatasi gonorrhea (gonore) atau kencing nanah.

Melansir AFP, sebuah penelitian menguji obat kumur Listerine terhadap bakteri gonore penyebab kencing nanah di cawan petri. Hasilnya, obat kumur tersebut mampu membunuh bakteri penyakit seksual itu, juga di tenggorokan orang yang terinfeksi.


Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Sexually Transmitted Infections tersebut mendukung mitos penggunaan obat kumur untuk mengatasi gonore.

Semula, pada abad ke-19, sebelum antibiotik mengalami kemajuan sepesat sekarang, obat kumur sudah digunakan untuk mengatasi kencing nanah yang menjangkiti banyak orang.

Para peneliti mengatakan, hasil pengujian menunjukkan obat kumur yang populer di pasaran bisa menjadi solusi murah dan mudah untuk mencegah dan mengendalikan Penyakit Menular Seksual (PMS).

Penelitian ini dilakukan mengingat tidak ada bukti ilmiah penggunaan obat kumur untuk melawan gonore yang marak digunakan pada 1879. Selain itu, penelitian didasarkan banyaknya angka kejadian gonore di berbagai negara terutama di kelompok gay dan biseksual.

Gonore atau kencing nanah dapat menyebar melalui aktivitas seksual yang tidak terlindung, baik melalui vagina, mulut, atau pun dubur.

Para peneliti menumbuhkan bakteri Neisseria gonorrhoeae, penyebab gonore, melalui kultur di laboratorium. Mereka menggunakan dua larutan berbeda, salah satunya obat kumur yang mengandung alkohol.

Hasilnya, obat kumur yang mengandung alkohol secara nyata mengurangi jumlah bakteri pada kultur. Sementara jenis larutan yang lain berupa campuran garam, tidak menunjukkan hasil optimal.

Tidak puas akan percobaan laboratorium, peneliti kemudian menguji para pasien gonore. Setelah mengukur bakteri di tenggorokan pasien, peneliti meminta pasien berkumur dengan obat kumur.

Dibandingkan dengan pasien yang berkumur dengan larutan garam, tim peneliti melaporkan pasien yang menggunakan obat kumur memiliki jumlah bakteri gonore lebih sedikit setelah berkumur.

"Obat kumur yang populer di pasaran tergolong murah, mudah digunakan dan agen efektif yang menghambat pertumbuhan gonore serta membutuhkan kajian dan pertimbangan lebih lanjut," tulis para peneliti.

Menurut buku Freakonomic pada 2005, obat kumur populer di pasaran tersebut diciptakan untuk antiseptik pada prosedur bedah, kemudian sempat populer sebagai pembersih dan penyembuh gonore. Namun, pada era 1920-an larutan tersebut populer sebagai obat kumur penghilang bau mulut.

(vga/vga)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK