Kenali Risiko Melahirkan di Usia Paruh Baya

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Rabu, 04/01/2017 16:27 WIB
Kenali Risiko Melahirkan di Usia Paruh Baya Ilustrasi ibu hamil. (Pexels/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Memiliki seorang anak yang lahir dari rahim sendiri mungkin impian kebanyakan perempuan, termasuk Janet Jackson dan beragam wanita lainnya yang melahirkan ketika usia sudah tak lagi muda.

Memang tidak ada kata terlambat untuk memiliki seorang anak. Dan Jackson tidak sendiri. Setidaknya dalam setahun terakhir, ada beberapa kasus kelahiran oleh wanita di atas usia normal hamil.

Salah satunya pada Juli 2016, seorang wanita usia 61 tahun sukses melahirkan seorang bayi di China. Wanita bernama Zhang tersebut melahirkan setelah menjalani program fertilisasi in vitro atau bayi tabung.


Sepeninggal mendiang putri satu-satunya pada usia 30 tahun, Zhang punya keinginan kuat untuk kembali memiliki anak.

Karena bagi Zhang dan kebanyakan ibu lainnya di China, kehilangan anak jadi sebuah penderitaan lantaran negara itu hanya mengizinkan penduduknya memiliki satu anak.

Zhang dan banyak warga lansia China lainnya yang kehilangan anak mencari dana guna melakukan program bayi tabung. Mereka tidak mengindahkan peringatan dan rekomendasi medis dari dokter dan pejabat negara tersebut.

Menunda demi capaian pribadi

Bila Zhang dan banyak wanita lansia di China hamil di usia lanjut dengan segala ancaman kesehatan demi memiliki anak, berbeda hal dengan yang terjadi di Amerika Serikat.

Di Negara Paman Sam tersebut terjadi pergeseran tren kehamilan. Para wanita kini lebih memilih menunda kehamilan sehingga kadang melewati usia emas kehamilan yaitu di bawah 40 tahun.

"Ada banyak wanita saat ini yang memutuskan menunda kehamilan mereka karena beragam faktor. Banyak dari mereka memutuskan untuk lebih memilih mencapai tingkatan pendidikan tertentu, membangun karier, atau memutuskan menunda menikah," kata Michele Hakakka, dokter konsultan keluarga seperti yang dilansir Parents.

Hal ini juga terlihat dari laporan National Vital Statistic pada Januari 2015 lalu. Di Amerika Serikat, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat tren wanita melahirkan di usia 40 hingga 44 terus meningkat sejak 1990. Per 2015, ada 10 dari 1000 wanita melahirkan di atas usia 40 di Amerika Serikat.

Kelompok usia lainnya yang mengalami kenaikan adalah wanita 35 sampai 39 tahun, ada 50 kelahiran per 1000 kelahiran setiap tahun. Jumlah tersebut terus naik sejak 1990.

Penurunan tren kelahiran terlihat pada kelompok usia 20 hingga 24 tahun, serta 15 hingga 19 tahun. Penurunan terlihat drastis sejak 2005. Sedangkan kelompok usia 25 hingga 29 tahun tegolong masih stabil di kisaran 100 per 1000 kelahiran.

CNN pada 2010 juga pernah merekam kisah seorang wanita yang memutuskan menunda hamil, namun kemudian ia mengandung tanpa diduga di usia 44. Wanita bernama Lee Robinson itu harus menghadapi berbagai risiko saat hamil di usia rentan kehamilan.

"Saya tidak akan senormal biasanya karena saya tidak menduga kehamilan di usia seperti ini akan berbahaya, bahkan mengancam jiwa," kata Robinson saat itu. "Segala macam pikiran melintas di benak saya."

Robinson beruntung ia dapat melahirkan dengan sehat berkat bantuan dokter.

Beragam risiko kesehatan

Alan Fleischman, dokter dari American College of Obstetrics and Gynecologist menyebutkan setidaknya ada beberapa hal yang harus dihadapi oleh para wanita yang memutuskan menunda kehamilan hingga di usia rentan, seperti Janet Jackson dan Lee Robinson.

Bukan cuma bagi penunda kehamilan, para wanita yang nekat hamil di usia paruh baya juga memiliki risiko kesehatan.

Hal pertama yang akan dihadapi adalah risiko keguguran. Fleischman menjabarkan angka keguguran saat hamil semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia ibu, lantaran kemampuan rahim akan terus menurun.

"Seluruh kelainan genetik juga akan meningkat seiring dengan sel telur yang terus menua," kata Fleischman seperti dilansir CNN. "Seluruh sel telur tersimpan dalam ovarium, dan ada potensial berubah seiring dengan berjalannya waktu."

Wanita yang hamil di usia yang tidak lagi muda akan mendorong bayi dan ibu terkena diabetes. Fleischman menjabarkan penyakit ini muncul lantaran saat hamil, tubuh ibu akan memaksa pankreas menghasilkan insulin lebih banyak.

Namun, tubuh ibu yang tidak lagi muda akan mengalami kesulitan untuk mengendalikan insulin dan gula darah akibat kehamilan usai melahirkan yang berujung kasus diabetes.

(chs/les)