Anne Avantie Boyong Pasar Semarang ke Jakarta

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Senin, 30/01/2017 23:18 WIB
Anne Avantie Boyong Pasar Semarang ke Jakarta Anne Avantie kembali membawa konsep pasar tiban khas Semarang ke Jakarta. (CNN Indonesia/Endro Priherdityo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Semarang tak hanya Lawang Sewu, ada juga destinasi unik lainnya yang dikenal dengan nama Pasar Gang Baru. Namun, jika Lawang Sewu berupa landmark peninggalan sejarah, Pasar Gang Baru lekat dengan ragam budaya masyarakat Semarang.

Pasar Gang Baru merupakan pasar tradisional yang berada di daerah Pecinan, Semarang. Pasar ini menjual beragam kebutuhan sehari-hari dan khususnya perlengkapan ritual kaum peranakan di Semarang.

Tapi, kini tak perlu pergi jauh ke Semarang. Pasar Gang Baru juga bisa ditemui di Jakarta, tepatnya di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Lippo Mall Kemang.


Konsep itu digagas oleh desainer Anne Avantie. Anne membawa koleksi kebaya dan batiknya yang dijajakan ala pasar tiban Gang Baru.

Di Pasar Gang Baru ala Anne ini, terdapat empat label yang berbeda. Pertama, Attalier yaitu koleksi rancangan dan jahitan dari Anne sendiri yang dibanderol dengan harga terjangkau.

Kedua, label Indonesia, yang merupakan karya rancangan Anne namun hasil jahitan para pelaku UMKM. Ketiga adalah Heritage, koleksi barang etnik hingga unik dari seluruh Indonesia.

Terakhir, adalah barang titipan yang semula ada di situs belanja Anneavantie.com.

"Ini namanya owul-owul, yang paling laris ini," ujar Anne Avantie saat ditemui di pasar berkonsep Gang Baru itu, pekan lalu.

Tak hanya menjual koleksi busana, pasar Anne ini lengkap menawarkan konsep belanja untuk keluarga. Di salah satu sudut terdapat penjual kopi dan minuman khas Jawa. Menurut Anne, tempat itu bisa jadi tempat istirahat para suami, selagi menemani istri berbelanja.

Melalui Pasar Gang Baru ini, Anne mengaku ingin memperkenalkan kota kelahirannya itu ke masyarakat luas.

"Semarang itu kota dengan pluralisme luar biasa. Ini yang ingin saya bagikan ke seluruh Indonesia. Berbeda-beda tapi tetap satu. Seperti di Pasar Gang Baru, yang berjualan di situ ada Arab dan Jawa juga," tutur Anne, yang menargetkan pasar tiban di pusat perbelanjaan itu bisa mendatangkan empat ribu konsumen.

(les)