Pramuka Amerika Kini Terima Anggota Transgender

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Rabu, 01/02/2017 12:51 WIB
Pramuka Amerika Kini Terima Anggota Transgender Ilustrasi: Organisasi kepemudaan Amerika kini menerima anak transgender. (REUTERS/Lucy Nicholson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kelompok Boy Scouts of Amerika atau Kepanduan Amerika mengumumkan akan menerima anak dengan transgender yang mengidentifikasikan diri sebagai laki-laki. Keputusan ini melabrak norma-norma tradisional lembaga tersebut.

Melansir AFP, CEO Kepanduan Amerika, Michael Surbaugh, mengatakan organisasi tersebut kini akan menerima individu yang mendaftarkan diri mereka berdasarkan identitas gender.

Keputusan yang baru saja diumumkan itu, berarti organisasi setara Pramuka di Indonesia itu tidak lagi menggunakan indentifikasi anggota berdasarkan jenis kelamin saat lahir yang tercantum pada akta kelahiran.


"Kami menyadari bahwa mengacu pada akta kelahiran sebagai titik acuan tidak lagi cukup," kata Surbaugh dalam sebuah pernyataan. "Masyarakat dan undang-undang kini menafsirkan identitas gender secara berbeda. Dan hukum baru sangat bervariasi antar negara bagian."


Zach Wahls, salah satu pendiri dari kelompok advokasi Scouts for Equality memuji keputusan tersebut dan disebut sebagai langkah bersejarah.

"Kami sangat bangga atas Joe Maldonado dan ibunya, Kristie, atas keberanian mereka dalam melakukan apa yang mereka anggap sebagai kebenaran," kata Wahls.

"Kami juga bangga pada Kepanduan untuk memutuskan hal yang tepat."

Keputusan ini dianggap sebagai perubahan besar bagi Kepanduan. Pada 2013, organisasi ini mengakhiri larangan komunitas gay masuk menjadi anggota Kepanduan.

Dua tahun kemudian, larangan bagi komunitas gay secara resmi dicabut. Keputusan tersebut dianggap kontroversial bagi salah satu organisasi kepemudaan terbesar di dunia itu.


Ditolak karena perempuan


Joe Maldonado merupakan transgender boy, atau anak yang terlahir dengan jenis kelamin perempuan namun kemudian memiliki identitas gender sebagai laki-laki. Bocah delapan tahun itu mendaftarkan diri sebagai anggota Kepanduan di New Jersey tahun lalu.

Namun, ketika ia tengah bersiap melakukan perkemahan dengan anggota Kepanduan lainnya, ia justru mendapatkan telepon dari kantor pusat Kepanduan yang menyatakan ia tidak dapat lagi menjadi anggota organisasi tersebut karena terlahir sebagai perempuan.

Menurut kisah Joe yang dimuat oleh North Jersey, ia mengatakan sebelumnya dia tidak pernah mendapatkan penolakan dari sesama anggota Kepanduan.

"Keputusan itu membuat saya marah," kata Joe. "Muka saya sedih, namun saya tidak menangis. Saya lebih kepada marah ketimbang sedih. Identitas saya ini laki-laki. Bila saya menjadi mereka, saya akan membiarkan siapa pun mendaftar, ini bukan kesalahan,"

Menurut LSM lokal pembela hak kelompok LGBT, kasus Joe bisa jadi yang pertama kali terjadi berupa penolakan anggota Kepanduan karena masalah identitas gender.

(les)