'Organ Intim Barbie' Makin Diminati Kaum Hawa

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Rabu, 01/02/2017 05:18 WIB
'Organ Intim Barbie' Makin Diminati Kaum Hawa Ilustrasi: Para ahli mengkritik tren labiaplasty yang kini semakin diminati kaum hawa. (Pixabay/Alexas_Fotos)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para wanita kini bukan hanya berusaha untuk mempercantik diri melalui riasan dan pakaian, namun hingga bagian paling pribadi seperti organ intim. Labiaplasty jadi tindakan medis yang makin terkenal di kaum hawa saat ini.

Melansir AFP, menurut data dari International Society of Aesthetic Plastic Surgery atau ISAPS, terdapat lebih dari 95 ribu wanita di seluruh dunia melakukan prosedur ini pada 2015.

Labiaplasty merupakan tindakan operasi medis untuk memotong kulit 'bibir' vagina bagian dalam atau labia minora. Prosedur ini dikenal juga sebagai nymphoplasty.


Data menunjukkan prosedur dari abad ke-19 ini jadi operasi paling favorit sepanjang 2015, diikuti dengan operasi untuk membuat 'kembali perawan' yang dijalani oleh 50 ribu wanita.

"Saya kuliah di dekade 80-an dan bila mengira ini baru terjadi saat ini, maka itu salah besar," kata Renato Saltz, presiden ISAPS dan dokter plastik di Utah, Amerika Serikat.


Di Amerika Serikat saja, hampir sembilan ribu labiaplasty telah dilakukan. Menurut the American Society for Aesthetic Plastic Surgery (ASAPS), angka tersebut bertambah 16 persen dari tahun sebelumnya.

Meski tidak tersedia data lebih lawas, namun para dokter plastik mengakui tren ini makin bertumbuh beberapa tahun terakhir.

"Wanita kini semakin peduli akan penampilan organ kelamin mereka," kata Nolan Karp, anggota ASAPS dan dokter plastik di New York.

"Dulu kaum hawa sangat berhati-hati saat itu dengan organ intim mereka, kini organ intim mendapatkan perhatian perawatan yang sama besar dengan bagian tubuh lainnya, seperti wajah dan rambut."

Tampilan Barbie

Seorang dokter dan mantan ketua Society of Obstetricians and Gynaecologists of Canada, Dorothy Shaw, mengatakan standar organ intim idaman bagi para wanita dinilai cukup mengkhawatirkan.

Shaw mengatakan banyak wanita menginginkan bentuk organ intim mereka seperti kembali muda.

"Mereka ingin tidak ada rambut kemaluan, sangat rata, hanya berupa celah kecil," kata Shaw. "Faktanya, bayangan itu tidak seperti yang kebanyakan terjadi pada anak muda. Sama sekali tidak."


Menurut penelitian yang dilakukan pada 2005, ada banyak variasi bentuk alat kelamin perempuan dibanding yang selama ini tercantum dalam literatur ilmiah.

Studi pada 50 wanita menemukan beragam variasi ukuran labia minora. Diketahui panjang labia bisa mulai dari dua hingga 10 centimeter, dan lebar bervariasi mulai dari 0,7 hingga lima centimeter.

Namun kebanyakan wanita mengaku bahwa bentuk dan ukuran organ intim mereka kurang sempurna. Rasa tidak nyaman kerap jadi alasan utama melakukan operasi plastik untuk organ intim. 

"Kami tahu 40 persen wanita beralasan melakukan nymphoplasty untuk menghilangkan nyeri, itu bohong," kata Nicolas Berreni, gynaecologist dan ahli bedah plastik.

"Apa yang sesungguhnya mereka inginkan adalah tampilan seperti Barbie. Di boneka Barbie, Anda tidak mungkin melihat labia dalam," katanya.


Risiko kesehatan


Padahal, mengubah ukuran labia ternyata berisiko bagi kesehatan. Shaw menjelaskan ia memiliki kolega dengan pasien pelaku labiaplasty yang terkena infeksi di area kelamin usai prosedur medis itu.

"Kapan pun Anda memotong jaringan itu, ada peluang pendarahan, infeksi, dan kemudian membekas," kata Shaw. "Ketika terluka, ada risiko terkena saraf yang menyebabkan rasa sakit di kemudian hari."

Shaw mengatakan keprihatinan muncul ketika banyak remaja melakukan operasi ini bahkan sebelum perkembangan fisik alat kelamin mereka sempurna.

Dia menjelaskan, 'bibir' bagian dalam berkembang secara normal menjadi lebih menonjol pada saat remaja. Hal yang sama juga terjadi pada 'bibir' luar.


"Para wanita khususnya yang muda, perlu mengerti bahwa tubuh mereka masih dalam pertumbuhan, mereka mungkin tidak terlihat seperti yang diinginkan dalam beberapa tahun, namun mereka akan membahayakan diri mereka sendiri secara permanen bila melakukan tindakan tersebut," papar Shaw.

Para dokter kemudian membuat sebuah pedoman khusus untuk bedah plastik pada alat kelamin. Dokumen ini menekankan sedikit manfaat dari prosedur operasi plastik untuk meningkatkan kepercayaan diri dan seksual.

Dokumen tersebut juga memperingatkan bahwa prosedur yang akan dilakukan tidak boleh bertentangan dengan hukum tentang mutilasi alat kelamin perempuan, seperti penghilangan klitoris. (les)