Melansir Huffington Post, Nicklas Sundell, seorang spesialis penyakit menular di Rumah Sakit Universitas Sahlgrenska, mengatakan suhu dingin yang cenderung kering membuat virus flu mampu bertahan lebih lama di udara. Selain itu, cuaca dingin juga membuat virus flu menyebar lebih luas.
"Kami percaya, penurunan suhu yang mendadak, berkontribusi membantu penyebaran epidemi," ujar Sundell yang menjadi peneliti utama studi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sundell menjelalaskan partikel udara yang mengandung virus dan cairan lebih mudah menyebar dalam cuaca yang dingin dan kering.
Jadi jika Anda bersin atau batuk dalam kondisi tersebut, udara akan menyerap kelembapan dan partikel bervirus untuk jangka waktu yang cukup lama.
Tidak hanya menyebarkan flu, cuaca dingin juga dapat menyebarkan virus berbahaya lain seperti korona dan virus pernapasan.
Di sisi lain, akibat virus dengan sangat berubah setiap tahunnya, akan sangat sulit memastikan jumlah orang yang terjangkit penyakit ini setiap musim.
CDC juga mengingatkan orang lansia di atas 65 tahun, ibu hamil, dan anak-anak adalah pihak yang paling rentan mengalami komplikasi akibat virus flu.
Selain dengan mempersiapkan diri dengan mengamati cuaca, mencuci tangan, menutup mulut saat batuk atau bersin, melakukan vaksinasi dianggap masih menjadi cara terbaik mencegah penyebaran flu.
(okt/chs)