"Saat tubuh merasa tidak nyaman seperti pada bagian tubuh tertentu, sebaiknya datang ke dokter. Biar dokter yang menentukan dapat ditangani secara medis atau terapis," kata Erick Helia, dokter spesialis kiropraktik atau terapi koreksi gangguan tulang belakang serta sendi, kepada CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.
"Yang perlu dipahami masyarakat adalah alasan kenapa butuh pijat. Bila penyebabnya kekakuan otot akibat kelelahan bekerja dan untuk relaksasi, itu boleh. Bila meriang, cedera otot, dan gangguan tidak nyaman di bagian tubuh tertentu, dianjurkan memeriksakan diri ke dokter terlebih dahulu," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi sebagian orang, memijat dianggap bisa menyembuhkan segala macam penyakit, dari masuk angin hingga keseleo. Beragam penyakit ini bisa berdampak lebih buruk jika salah ditangani.
Erick menambahkan, kondisi tersebut membuat pijat dalam dunia medis hanya dipandang sebagai sebuah gaya hidup untuk untuk mendapat relaksasi.
Hanya saja, Erick tak memungkiri dalam beberapa kondisi kesehatan seperti salah urat bisa disembuhkan dengan pijat. Hanya saja, ini butuh lebih dari sekadar pijat dengan tangan kosong.
Ilustrasi: Namun pemahaman pijat dapat menyembuhkan penyakit 'salah urat' sebenarnya membutuhkan tindakan lebih dari sekadar urut dengan tangan kosong. (Thinkstock/Medioimages/Photodisc) |
"Namun bila terjadi pendarahan di dalam area terkilir dan bengkak, kalau dipijat bisa jadi masalah karena memperpanjang masa penyembuhan."
Menurut Erick, bila dokter mengatakan kasus terkilir tidak membutuhkan tindakan medis, maka terapi hanya dengan kompres air es sepuluh hingga 30 menit sudah dapat meredakan nyeri. Dan tiga hari kemudian, biasanya keseleo sudah mereda.
Erick mencontohkan kasus lain seperti tortikolis atau kondisi leher sulit menengok yang awam disebut 'salah bantal'.
Kondisi ini disebut Erick dapat kembali pulih secara alami dalam waktu satu hingga tiga hari. Namun, bila kondisinya parah, mesti dilakukan tindakan medis seperti terapi kiropraktik.
"Yang jelas kalau patah tulang tidak dianjurkan ke tukang pijat. Di luar negeri, masase terapis tidak diperbolehkan menangani kasus patah tulang," kata Erick.
Ilustrasi: Namun pemahaman pijat dapat menyembuhkan penyakit 'salah urat' sebenarnya membutuhkan tindakan lebih dari sekadar urut dengan tangan kosong. (Thinkstock/Medioimages/Photodisc)