Pijat, 'Seni' Penyembuh Tertua untuk Stres dan Lelah

Christina Andhika Setyanti | CNN Indonesia
Sabtu, 25 Feb 2017 08:15 WIB
Merunut sejarah, pijat adalah seni penyembuhan tertua untuk stres dan lelah. Teknik terapi ini sudah dikenal sejak zaman Romawi kuno dan Kaisar Kuning China. ilustrasi: Pijat sudah dikenal sejak zaman dulu untuk melancarkan oksigen, darah, dan energi di dalam tubuh (Thinkstock/microgen)
Jakarta, CNN Indonesia -- Obat bukan satu-satunya cara untuk menghilangkan sakit. Bagi orang Indonesia, beberapa 'penyakit' ringan seperti sakit kepala sampai pegal masih bisa disembuhkan dengan pijatan ringan.

Sejarah mencatat bahwa sebenarnya pijat sendiri adalah aktivitas tertua yang dilakukan manusia untuk mengatasi stres dan lelah. 

Dalam buku terapi pijat Jordy Becker, pijat atau massage berasal dari Arab yaitu Mash (menekan dengan lembut). Ada juga yang mengatakan massage berasal dari bahasa China, massein yang berati menggosok.


Massage juga dianggap berasal dari bahasa Perancis, mosser yang berati meremas.

Dikutip dari berbagai sumber, merunut sejarah, beberapa negara ternyata memiliki catatan sejarah yang tua dan panjang tentang pijat. Di Mesir, catatan gambar dinding tentang pijat ditemukan di dinding makam seorang dukun di Saggara Mesir pada 2330 Sebelum Masehi.

China, negara yang populer dengan pengobatan ini pun memiliki catatan terapi pengobatan lewat pijat sejak dinasti Kaisar Kuning atau Huangdi (2697-2597 Sebelum Masehi).

Sumber lain mengungkapkan bahwa pijat sudah tertulis dalam kitab Kong Fou yang ditulis sekitar 2700 Sebelum Masehi. Berbagai gerakan pijat ini diciptakan dari penggabungan antara keahlian, metode medis tradisional, seni bela diri, dan spiritual. Metode pijat China sendiri mengajarkan bahwa penyakit timbul karena ketidakseimbangan energi dalam tubuh.

Pijat dianggap mampu mengembalikan keseimbangan energi dengan laju yang harmonis, sehingga tubuh bisa mengembalikan kesehatannya sendiri dengan alami tanpa bantuan obat-obatan.

Pijat atau massage juga berkembang di kalangan umat Hindu India. Kitab suci Hindu AyurVeda sudah memperkenalkan pijat sejak 1800 Sebelum Masehi.

Selain itu, pijat juga berkembang di Yunani sejak abad 5 Sebelum Masehi.

Ada beberapa bukti di Yunani yang menunjukkan bahwa Socrates, Plato, Herodictus sangat menyukai pijatan. Bahkan Hippocrates sang ahli pengobatan Yunani menuliskan dalam bukunya soal pijat.

"Pijat mampu melemaskan sendi yang kaku dan menyatukan organ tubuh (patah tulang) melalui gosokan yang kuat," tulis Hippocrates dalam bukunya. Saat itu dia menyarankan ahli pengobatan untuk menguasai teknik pijat demi meringankan penyakit pasiennya.

Hippocrates juga menambahkan bahwa seorang dokter harus memiliki keterampilan dalam banyak hal, lebih-lebih dalam menggunakan pijat. Dia bahkan menggunakan istilah anaptripsis untuk mempraktikkan pijat menuju arah jantung.

Dinasti kekaisaran Romawi kuno juga percaya pada manfaat pijat untuk kesehatan. Galen, ahli pengobatan Romawi menggunakan teknik untuk mengobati luka fisik gladiator yang cedera. Dia juga menggunakan terapi pijat ini untuk mengatasi sakit kepala yang diderita Julius Cesar.

Di era tersebut, tak semua orang bisa menikmati pijat dan tak semua orang bisa memijat. Oleh karenanya, banyak orang yang tak segan memberi hadiah khusus bagi orang yang bisa memijatnya dengan baik seperti yang dilakukan Pliny, seorang filsuf.

Kaisar Hadrianus pernah memberikan hadiah seorang budak pijat kepada serdadunya setelah melihat dia menggosok-gosokkan tubuhnya ke tembok.

Pijat di Indonesia

Di Indonesia sendiri, pijat juga sudah dikenal sejak zaman dahulu. Bahkan relief abad 8-9 Sebelum Masehi di Candi Borobudur dan Prambanan pun sudah menggambarkan raja dan ratu yang dipijat oleh dayang-dayangnya.

Pijat tradisional Indonesia sendiri dipercaya dipengaruhi unsur pengobatan dan penyembuhan dari India dan China. Teknik pijat ini diperkenalkan oleh para pedagang minyak wangi dari India, Arab, dan China yang datang ke Indonesia.

Selama kerajaan Majapahit, teknik pijat China berkembang ke arah refleksiologi dan juga akupuntur.

Berbagai varian pijat yang dianggap sempurna untuk kesehatan, kecantikan, dan relaksasi pun bermunculan. Pada awal abad 19, Per Henry King menciptakan Swedish Massage yang terkenal.

Kini dalam perkembangannya, pijat ternyata bukan hanya dikenal untuk mengobati berbagai penyakit tapi juga sekadar untuk relaksasi dan kecantikan.

Bisnis pijat di Indonesia

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER