Maskapai Timur Tengah Ikut Sindir United Airlines

Ardita Mustafa, CNN Indonesia | Kamis, 13/04/2017 12:59 WIB
Maskapai Timur Tengah Ikut Sindir United Airlines Maskapai Timur Tengah ramai-ramai menyindir insiden penurunan penumpang di United Airlines melalui iklan terbaru mereka. (mehmetkali/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Walau sudah menyatakan permohonan maaf, namun maskapai penerbangan United Airlines masih mendapat kritikan, terkait insiden penurunan penumpang yang terjadi pada akhir pekan kemarin.

Tak hanya dari netizen, maskapai lain juga ikut serta menyindir maskapai yang berbasis di Amerika Serikat (AS) itu.


Beberapa di antaranya ialah Emirates, Qatar Airways, Turkish Airlines dan Royal Jordanian Airlines.


Dilansir dari Stuff.co.nz pada Kamis (13/4), maskapai-maskapai asal Timur Tengah itu merilis iklan yang mempromosikan kenyamanan selama penumpang berada di dalam kabin mereka.

Emirates merilis iklan dengan semboyan “Terbang Lebih Bersahabat” sementara Qatar Airways dengan semboyan “Tidak Mendukung Penurunan dan Penyeretan”.




Sedangkan Turkish Airlines merilis iklan dengan semboyan “Menyambut Penumpang Tambahan”, setelah pada akhir pekan lalu ada bayi yang lahir di kabin mereka.



Di antara seluruh iklan itu, bisa dibilang yang paling menohok ialah iklan dari Emirates.

Pada awal tahun ini, bos United Airlines, Oscar Munoz, sempat mengatakan kalau maskapai penerbangan itu “bukanlah maskapai yang sesungguhnya” kepada media.


Dan dalam iklan terbarunya, Emirates kembali menampilkan pernyataan Munoz, ditambah fakta bahwa mereka telah mendapat penghargaan dari TripAdvisor 2017 sebagai maskapai terbaik, dan menutup iklannya dengan kalimat “terbang lebih bersahabat, kali ini dengan kenyamanan yang sesungguhnya”.



Maskapai Amerika dan Timur Tengah memang sudah lama bersaing dalam hal mendapatkan penumpang.

Persaingan itu semakin menjadi, setelah pemerintahan Presiden AS Donald Trump menetapkan larangan masuk bagi penumpang dari enam negara Timur Tengah serta larangan membawa barang elektornik dari sepuluh negara Timur Tengah yang menuju AS.


Melalui pernyataan maafnya yang dirilis pada Rabu (12/4), Munoz menyatakan kalau pihaknya akan meninjau kembali terkait protokal penurunan penumpang saat penerbangan kelebihan muatan.

“Saya menyatakan permintaan maaf yang sebesar-besarnya terkait insiden yang terjadi. Saya meminta maaf kepada penumpang yang diturunkan dan juga kepada penumpang lainnya,” kata Munoz.

“Kami akan bertanggung jawab penuh atas kejadian ini. Kami akan segera menuntaskannya,” lanjutnya.