Usai Gempa, Industri Pariwisata Nepal Kembali Bergairah

Ardita Mustafa, CNN Indonesia | Rabu, 26/04/2017 18:58 WIB
Usai Gempa, Industri Pariwisata Nepal Kembali Bergairah Pemandangan 'supermoon' di Kathmandu, Nepal. (REUTERS/Navesh Chitrakar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Industri pariwisata suatu kawasan sangat bergantung dengan kondisi keamanan. Selain aksi teror, bencana alam juga terkadang mengakibatkan industri tersebut lesu.

Nepal, termasuk salah satu tujuan wisata populer di dunia yang sedang memperbaiki industri pariwisatanya, setelah terkena dampak bencana alam pada 2015.

Setelah gempa bumi berkekuatan 7,8 skala Richter yang menewaskan 9.000 orang, termasuk wisatawan mancanegara, dan hancurnya bangunan bersejarah, negara yang dikelilingi Pegunungan Himalaya itu kini mulai kembali populer.



Dikutip dari The Independent pada Rabu (26/4), perusahaan perjalanan wisata Intrepid Travel dan G Adventures menyatakan kalau jumlah pemesanan paket perjalanan wisata ke Nepal semakin meningkat.

Dari penjelasan juru bicara dua perusahaan perjalanan wisata itu, jumlah pemesanan paket perjalanan wisata ke Nepal pada tahun ini meningkat sampai 70 persen, melebihi jumlah pemesanan pada 2014, tahun sebelum terjadinya gempa.

Kondisi Kathmandu saat terjadinya gempa bumi di Nepal. (REUTERS/Adnan Abidi)

“Pembenahan industri pariwisata di Nepal setelah terjadinya gempa sangat mengagumkan. Banyak pihak yang mendukung agar Nepal kembali pulih,” kata juru bicara G Adventures, Brian Young.

Dikutip dari Huffington Post, perekonomian Nepal melemah setelah gempa terjadi. Hal itu dikarenakan banyak wisatawan yang masih takut untuk berkunjung, padahal industri pariwisata menjadi penyokong utama perekonomian negara.


Akibatnya, banyak warga lokal yang menganggur, padahal selama ini mereka mendapat penghasilan dengan bekerja dalam bisnis wisata di Nepal.

Warga lokal biasa bekerja sebagai pemandu atau pelayan di ratusan objek wisata bersejarah di sana. Setelah gempa terjadi, sekitar 800 objek wisata bersejarah, termasuk istana dan candi, rusak parah.

Salah satu yang hancur ialah Durbar Square, yang dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Saat ini, hanya puing yang tersisa dari objek wisata bersejarah itu.

Pendakian Gunung Himalaya menjadi atraksi wisata utama di Nepal. (Phurba Tenjing Sherpa/Handout via REUTERS)

Bagi yang ingin berkunjung ke Nepal pada tahun ini, jangan lupa untuk mencari informasi kondisi cuaca di sana.

Nepal memiliki empat musim, yang diikuti dengan beberapa musim awal dan akhir, yakni musim semi (basanta), awal musim panas (ghrisma), musim panas purnama (barkha), awal musim gugur (sharad), akhir musim gugur (hemanta) dan musim dingin (shishir).


Hujan lebat biasa terjadi sepanjang Juni sampai September. Udara yang lebih sejuk bisa dirasakan sepanjang Oktober sampai Desember.

Udara lebih dingin biasa bertiup sepanjang Januari sampai Maret. Sedangkan udara kering dan panas terjadi sepanjang April sampai Juni.