Kini Seblak dan Bakso Beranak 'Menjelajah' New York

Christina Andhika Setyanti , CNN Indonesia | Selasa, 11/07/2017 09:40 WIB
Kini Seblak dan Bakso Beranak 'Menjelajah' New York
Jakarta, CNN Indonesia -- Makanan Indonesia makin lama makin populer dan diminati warga dunia. Buktinya, restoran Indonesia kini sudah ada di berbagai belahan dunia, termasuk di New York.

Meski bukan restoran Indonesia pertama dan satu-satunya di New York, namun Awang Kitchen bisa jadi pilihan Anda memuaskan kerinduan akan makanan Indonesia saat tengah berada di Negeri Paman Sam ini.

Awang Kitchen yang terletak di Queens menjanjikan pengalaman bersantap makanan Indonesia yang nikmat. Nasi tim ayam, tongseng kambing, rujak juhi, ketoprak, pempek, sampai sate kambing bisa dinikmati di sini.


Di restoran ini, Anda tak cuma akan disuguhkan makanan Indonesia yang biasa ditemui. Uniknya, restoran ini juga menghadirkan beberapa makanan khas dari seluruh nusantara. Sebut saja, lontong kupang, rendang, sampai sop konro pun ada.

"Menu favorit antara orang Indonesia dengan orang Eropa dan Amerika itu berbeda. Kalau orang Indonesia pasti cari ayam goreng kremes, cumi telur asin, tongseng kambing, dan rujak juhi," kata Siliwanga Awang, pemilik Awang Kitchen kepada CNNIndonesia.com, Selasa (11/7).

Salah satu sajian yang ada di Awang KitchenSalah satu sajian yang ada di Awang Kitchen (Dok. Awang Kitchen)

"Kalau yang bukan orang Indonesia lebih suka tahu isi, nasi tim ayam, tongseng, sate ayam, dan sate kambing."

Selain makanan Indonesia, Awang juga menghadirkan pilihan makanan Asia lainnya seperti fu yung hai keriting sampai sushi.

Awang Kitchen juga menghadirkan berbagai macam hidangan yang tengah jadi tren di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah seblak, bakso beranak, dan bakso mangkok.

"Tapi ini tidak setiap hari ada, hanya di hari-hari tertentu."


Tak bisa otentik 100 persen

Berada di benua yang jauh dari Indonesia disadari Awang menjadi sebuah kendala tersendiri untuk mendapatkan beberapa rempah yang dibutuhkan. Dia pun mengaku tak bisa otentik 100 persen dengan makanan asli Indonesia.

"bahan baku ada, tapi enggak semuanya. Makanya enggak bisa otentik 100 persen. Tapi kami berusaha untuk menghadirkan yang se-asli mungkin."

Diungkapkan Awang, selain soal rempah, 'selera' lidah warga Amerika dan Indonesia juga harus disesuaikan. Mengaku bukan melakukan modifikasi rasa, Awang sedikit mengubah gaya masaknya.

"Rendang misalnya. Di Indonesia biasanya dibuat kering, tapi orang sini (Amerika) enggak suka, 'terlalu dry' katanya. Maka di sini saya buat sedikit basah," katanya.

"Selain itu, modifikasi rasa pedas juga dilakukan. Rasa pedasnya sedikit dikurangi. Tapi di buku menu tetap saya cantumkan kalau itu spicy."


Diminati warga Eropa

Berawal dari kecintaannya pada kuliner, Siliwanga Awang akhirnya memutuskan untuk merantau ke New York dan menjadi koki. Petualangannya di negeri tersebut dilakoni sejak 17 tahun lalu.

Kerinduannya pada makanan Indonesia akhirnya membuat pria yang disapa Awang ini akhirnya membuka sebuah katering makanan Indonesia rumahan. Dia membuat berbagai makanan tradisional dari seluruh Indonesia. Usaha katering yang awalnya hanya diperuntukkan bagi keluarga dan komunitasnya di New York ini dimulai sejak delapan tahun lalu.


"Antusiasme masyarakat sangat besar akan makanan Indonesia ini, sampai akhirnya rumah saya sudah tidak menampung permintaan lagi," katanya.

Setelah memendam keinginan cukup lama untuk memiliki restoran, Awang pun memberanikan diri untuk membuka restoran. Tanggal 26 Maret 2017 menjadi sebuah titik permulaannya untuk menjadi pemilik Awang Kitchen, restorannya. Restoran ini terletak di Queens Boulevard, Elmhurst, New York.  

Makanan kreasi Awang di Awang KitchenMakanan kreasi Awang di Awang Kitchen (Dok. Awang Kitchen)

"Mau buka restoran itu sudah lama, tapi kenapa baru buka sekarang, karena ada banyak kendala," ucapnya.

"Kendalanya bukan hanya soal uang, tapi juga perizinan. Karena yang bisa buka di sini kan minimal harus punya green card atau citizen."

Meskipun menjadi satu-satunya katering makanan Indonesia di New York, namun ini tak berarti restorannya tak punya saingan. Awang mengungkapkan bahwa dia memiliki beberapa saingan restoran Indonesia lainnya.

"Saingan lumayan banyak. Di Queens saja ada 3 restoran, Manhattan tinggal 2 restoran, dan Brooklyn ada 2 restoran. Jadi totalnya di New York sendiri ada 8 restoran termasuk saya," ucap pria yang memiliki pengalaman sebagai head chef di restoran Jepang di New York ini.

Hanya saja, Awang tak gentar. Dia mengklaim antusiasme pengunjung di restorannya pun cukup besar. Pelanggannya bukan hanya dari warga Indonesia yang tengah berkunjung saja, tapi juga dari warga negara lainnya, termasuk Malaysia, Singapura, Eropa, dan Juga Spanyol.