Solo Batik Carnival Gandeng Peserta Jember Fashion Carnaval

adv, CNN Indonesia | Selasa, 18/07/2017 13:32 WIB
Solo Batik Carnival Gandeng Peserta Jember Fashion Carnaval Solo Batik Carnival (Foto: dok. Kemenpar)
Solo, CNN Indonesia -- Ada yang berbeda dari perhelatan Solo Batik Carnival (SBC) X tahun ini. Pasalnya, peserta Jember Fashion Carnaval (JFC) juga diundang demi menampilkan koleksi busana terbaik yang dimiliki desainer Indonesia.

Bahkan Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo juga turut memeriahkan acara ini. Ia mengenakan kostum burung Jatayu pada acara yang digelar Sabtu (15/7/2017).

"Ini agenda tahunan, dilestarikan karena tidak hanya konsisten yang dibangun. Kami sangat apresiasi dengan kegiatan yang didukung Kementerian Pariwisata ini karena memberikan hiburan bagi masyarakat dan mampu menyedot wisatawan baik lokal maupun mancanegara," ujarnya.


Karnaval yang mengusung tema ‘Astamurti Kawijayan’ ini mengumpulkan 450 peserta dari berbagai daerah untuk memeriahkan kirab dasawarsa. Peserta Cirebon Caruban Carnival juga diundang.

Konvoi dimulai dari Jalan Bhayangkara menuju Benteng Vastenburg. Penampilan drumband, paskibra, penari, hingga pelajar turut memeriahkan konvoi ini.

"Tahun ini merupakan special performance karena kedatangan bintang tamu peserta dari Jember Fashion Carnaval. 50 peserta dari Jember Fashion Carnival dan 40 peserta dari Cirebon Caruban Carnival. Menjadi spesial karena dua karnaval besar di Indonesia tampil jadi satu di Solo," papar Ketua Yayasan SBC, Susanto.

Ia menambahkan, SBC X  mengangkat sub tema seperti wayang, topeng sekar jagad, legenda, Mustika Jawa Dwipa, dan Jatayu. Keenam sub tema ini diaplikasikan dalam bentuk kostum karnaval yang megah, tetapi bahan dasarnya tetap batik.

Acara kirab ini diawali dengan penampilan dari peserta Jember Fashion Carnaval, Cirebon Caruban Carnaval, Peni Cadra Rini Solo. Kirab diiringi Gilang Ramadhan Studio Band, Mister Teen Internasional 2016, dan Mister Teen Jateng 2017.

"Kami berharap SBC X tidak hanya memperkuat Solo sebagai kota budaya yang kreatif, tetapi juga menjadi event yang dapat menginspirasi masyarakat lewat karya yang ditampilkan. Kegiatan ini juga melestarikan batik sebagai kekayaan budaya Indonesia," jelasnya.

Kementerian Pariwisata menyambut baik penyelenggaraan SBC. Acara ini dipercayai menjadi branding Solo sebagai Kota Batik ke seluruh dunia.

"Langkah yang tepat, kolaborasi yang hebat. Jember Fashion Carnaval ini  sudah sangat eksis di nasional, berkelas dunia dan akan ditetapkan sebagai Kota Karnaval. Sudah 16 tahun JFC 2017 menginspirasi banyak karnaval di tanah air,” kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya.

JFC telah meraih berbagai prestasi di dunia. Antara lain  Best National Costume Miss International 2014 di Tokyo, Best National Costume Miss Supranational 2014 di Warsawa, Best National Costume Miss Universe 2014 di Florida, Best National Costume Miss Supranational 2015 di Polandia, Best National Costume Miss Grand International 2016 di Las Vegas, dan Best National Costume Miss Tourism International 2016 di Malaysia.

"Semangat yang harus dijaga adalah Indonesia Incorporated. Bangsa ini harus bersatu, menyinergikan seluruh kekuatan, memperkuat semua lini. Begitu pun SBC menggandeng JFC, menyatukan langkah untuk  bersaing di level global," tambahnya.

Ia juga berharap kemasan acara dan fasilitas acara harus berstandar dunia. Dengan kata lain, tidak lagi terkotak-kotak oleh birokrasi yang sempit.

"Kreasi kostum karnaval Indonesia memang bagus-bagus. Dari Jember Festival Carnaval, Banyuwangi Ethno Carnaval, Malang Carnival, Batik Solo Carnaval, nama-namanya sudah mendunia. Jadi persiapannya harus sungguh-sungguh," tegasnya.

Jika dipetakan, daya tarik industri pariwisata Tanah Air bersumber pada 60% budaya, 35% alam, dan 5% Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE). Menurutnya, Festival SBC ini secara tidak langsung bisa membangkitkan gairah MICE di Solo. (madp)