Borobudur International Festival 2017 Resmi Dibuka

advertorial, CNN Indonesia | Selasa, 18/07/2017 13:35 WIB
Borobudur International Festival 2017 Resmi Dibuka
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo me-launching Borobudur International Festival (BIF) 2017. Netizen pun sudah mulai menghebohkan BIF 2017 dengan tagar #PesonaBIF di berbagai platform media sosial.

Event yang diprakarsai oleh Pemerinah Provinsi (Pemprov) Jateng ini akan dilangsungkan pada 28-30 Juli 2017 di Borobudur, Kabupaten Magelang, Jateng. Namun berbagai rangkaian pra-event digelar sejak (24/7/2017).

Uniknya, Arief memuji penggunaan kata Borobudur dalam event ini. Hal itu sekaligus mempromosikan destinasi Yogya, Solo, dan Semarang (Joglosemar) yang sudah ditetapkan sebagai satu dari 10 Bali Baru dengan ikon Borobudur.


"(Itu) semakin kuat mengangkat branding Borobudur sebagai destinasi prioritas di Jateng-DIY di panggung event international. Akan semakin kuat brand value-nya," ungkap Arief dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/7/2017).

Arief menjelaskan, pariwisata itu borderless, tidak mengenal batas-batas kewilayahan dan teritorial administratif. Pariwisata merupakan kombinasi Atraksi, Akses, dan Amenitas (3A).

"Karena itu tidak relevan sama sekali melihat Borobudur dan Prambanan berada di mana dan milik siapa?" kata Arief.

Jika pariwisata tidak bisa menjadikan ikon dunia dengan baik dan optimal, maka pariwisata juga tidak bisa menghasilkan apa-apa. "Karena itu, perankan semua dengan baik, di  3A itu dengan semangat Indonesia Incorporated, maju bersama, bergerak bersama-sama," ungkapnya.

Menurut Arief, kompak atau solid itu, menjadi modal yang penting dan utama. Sampai-sampai dia merancang corporate culture atau budaya kerja di Kementerian Pariwisata (Kemenpar)  dengan fondasi 3S.

"Solid, Speed, Smart!" kata mantan Dirut PT Telkom itu. 

Event BIF yang diluncurkan di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jakarta Senin malam (17/7/2017) juga sebagai wadah bagi seniman (dalam negeri dan luar negeri) untuk menampilkan kreativitas terbaik mereka.

Selain itu sebagai sarana untuk mem-branding Candi Borobudur sebagai magnet utama destinasi Joglosemar dalam meningkatkan kunjungan wisman ke Jateng dan Yogyakarta. Lalu untuk mendukung target kunjungan 15 juta wisman pada 2017 ini dan 20 juta wisman pada 2019 mendatang.

BIF 2017 melibatkan ratusan seniman dari berbagai daerah di Tanah Air, serta seniman mancanegara mulai dari Jepang, China, dan India. Para seniman ini akan menampilkan karya terbaik mereka sejak pagi hingga malam hari.

Arief pun mengapresiasi konsistensi event BIF 2017 yang memasuki tahun keempat  ini. "Kita telah meluncurkan branding 10 destinasi seperti Joglosemar dengan brand  'Java Cultural wonders'. Sub-brand destinasi pariwisata ini akan memperkuat positioning dari masterbrand Wonderful Indonesia," kata  menteri asli Banyuwangi itu.

Sub-brand  sembilan destinasi lainnya yaitu Medan dengan tagline Colorful Medan, Kepulauan Riau dengan Wonderful Riau Islands, Jakarta dengan Enjoy Jakarta, Bandung dengan Stunning Bandung, Banyuwangi dengan Majestic Banyuwangi, Bali dengan Bali the Island of Gods,  Lombok dengan Friendy Lombok, Makassar dengan Explore Makassar, dan Wakatobi-Bunaken-Raja Ampat dengan Coral Wonders .  

Arief juga berharap event BIF 2017 berdampak pada ekonomi masyarakat. Bisa berdampak positif pada ekonomi masyarakat dan menumbuhkan partisipasi masyarakat lokal dalam pengembangan pariwisata dan budaya.

"Setiap event pariwisata harus berdampak ekonomi secara signifikan pada  masyarakat setempat. Dalam tiga hari penyelenggaraan BIF 2017, tingkat hunian hotel diharapkan akan meningkat, begitu juga homestay, dan penginapan akan kebanjiran tamu. Penjual cinderamata, pemandu wisata, maupun pedagang akan sibuk melayani tamu," kata Arief.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga setuju dengan Arief. Candi Borobudur merupakan ikon sekaligus magnet kunjungan wisatawan. Tidak hanya di kawasan Joglosemar, tetapi juga Jateng, Indonesia, dan dunia.

"Borobudur telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO, sementara Kemenpar menetapkan sebagai satu di antara 10 destinasi prioritas. Berbagai ketetapan tersebut menunjukkan Borobudur memiliki potensi wisata kelas dunia sehingga layak didorong pengelolaannya demi kesejahteraan masyarakat," kata Ganjar.

Ganjar menjelaskan, penyelenggaraan BIF 2017 bertujuan mempererat persahabatan antar bangsa melalui pariwisata dan budaya, sebagaimana tertuang dalam Deklarasi Borobudur 2006 yang menjadi komitmen negara ASEAN. Khususnya untuk mengembangkan pariwisata melalui pengelolaan dan promosi warisan budaya.

Dalam rangkaian event BIF 2017, para seniman dari China, Jepang, dan India akan melakukan kolaborasi pertunjukan seni budaya dengan seniman dari berbagai daerah di Tanan Air.  BIF 2017 akan dimeriahkan dengan pertunjukan kesenian daerah dari Kabupaten Lumajang (Jawa Timur), Banten dan Kabupaten atau Kota di Jawa Tengah, seperti Kota Pekalongan, Kota Tegal, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Jepara, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Rembang, dan Kabupaten Magelang.

Selain itu akan diisi dengan pembukaan Pameran Permuseuman dan Kepurbakalaan, penampilan duta seni provinsi dan duta dari mancanegara, serta familiarization trip (famtrip).

Dalam kegiatan famtrip itu, para peserta dari mancanegara akan diajak melihat langsung destinasi serta keindahaan Candi Borobudur. Peserta juga diajak melakukan kegiatan desa wisata sekitar Borobudur, termasuk aktivitas masyarakat setempat dalam melakukan berbagai pelatihan pariwisata dalam menyambut wisatawan. (odh)