Menyembuhkan Ketergantungan Narkoba dengan Ganja

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Selasa, 25/07/2017 17:14 WIB
Menyembuhkan Ketergantungan Narkoba dengan Ganja ilustrasi: Ganja diklaim bisa membantu menghilangkan kecanduan obat terlarang (REUTERS/Nir Elias)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang yang tertangkap dan terbukti menggunakan obat terlarang biasanya dibawa ke panti atau klinik rehabilitasi. Rehabilitasi akan membantu mereka untuk lepas dari jerat obat-obatan terlarang dan memulai hidup baru tanpanya.

Namun sebuah klinik rehabilitasi di Los Angeles justru menggunakan mariyuana alias ganja untuk mengatasi candu obat terlarang para pasiennya.

Dilansir dari Metro, klinik High Sobriety, Los Angeles Amerika Serikat menyebut ganja jadi solusi agar pasien lepas dari kecanduan mereka. Hal ini tentunya terdengar aneh karena pasien diharuskan bebas dari narkoba namun diobati dengan ganja. Sekilas ada ketakutan orang tersebut akan berubah menjadi pecandu ganja.



Laman resmi High Sobriety Treatment, mengklaim bahwa praktik kliniknya sudah legal menurut hukum dan berada di bawah pengawasan tenaga medis.

"Ganja dapat membantu proses pembersihan, membantu mengatasi rasa kurang nyaman, insomnia, dan gejala mirip flu yang berhubungan dengan proses menarik diri, mengurangi atau menghilangkan kebutuhan pada obat-obatan lain," sebut klinik tersebut dalam laman resminya.

Dilaporkan bahwa banyak pasien menyalahgunakan obat-obatan yang legal di beberapa negara di Amerika Serikat. Opium jadi salah satu obat yang dikonsumsi dan menimbulkan candu yang sulit hilang.


Dikutip dari New York Times, kepala divisi pengobatan di Departemen Anestesi Universitas Carolina, San Diego, Mark Wallace mengatakan ia sudah menggunakan ganja sejak lima tahun lalu untuk menolong sekian ratus pasien lepas dari opium.

"Saya merasa saya adalah budak obat itu. (Kini) Saya merasa seperti memperoleh hidup saya kembali," kata Wallace saat bercerita tentang pendapat pasiennya.

Klinik ini membiarkan pasiennya menghisap ganja layaknya rokok. Ganja membantu mereka  terhindar sakaw atau kambuh dan mencari opium atau obat-obatan lain.

Hanya saja, penggunaan ganja sebagai obat ini harus dilakukan oleh dokter rehabilitasi tertentu dengan pengalaman dan dosis tertentu dan tak bisa dilakukan sembarangan.