Dokter Anak Tak Sarankan Metode MPASI BLW

Filani Olyvia, CNN Indonesia | Senin, 04/09/2017 19:30 WIB
Dokter Anak Tak Sarankan Metode MPASI BLW ilustrasi: BLW sendiri sebenarnya bukan hal baru karena sudah diperkenalkan sekitar 10 atau 15 tahun lalu oleh ahli kesehatan asal Inggris Gill Rapley. (Thinkstock/M-image)
Jakarta, CNN Indonesia -- Metode alternatif pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI) seperti Baby-Led Weaning (BLW) mulai jadi sorotan sejak dipraktikkan oleh salah satu selebriti tanah air, Andien Aisyah pada anaknya Anaku Askara Biru atau Kawa.

Dengan metode ini, bayi pada usia enam bulan dibebaskan untuk memilih makanannya serta menyantap makanan dengan tangannya, tanpa bantuan sendok atau disuapi oleh orang tuanya. Dalam video yang diunggah ke media sosialnya, Andien terlihat memberi Kawa beberapa potongan sayuran atau buah.

BLW sendiri sebenarnya bukan hal baru karena sudah diperkenalkan sekitar 10 atau 15 tahun lalu oleh ahli kesehatan asal Inggris Gill Rapley. Hanya saja seiring waktu, ada banyak kontroversi yang terjadi karena metode tersebut. Banyak pihak mengungkapkan bahwa metode tersebut tak baik untuk balita.


Dokter spesialis anak Lucia Nauli Simbolon juga mengungkapkan bahwa metode tersebut kurang baik untuk balita.


Pasalnya, kata dia, hingga hari ini belum ada penelitian yang mampu membuktikan manfaat jangka panjang maupun aspek keamanannya bagi bayi.

Beberapa keunggulan BLW yang disebutkan antara lain dapat mengatasi masalah pilih-pilih makanan pada anak serta membantu menjaga berat badan ideal anak dianggap masih sebatas wacana. Lucia mengungkapkan bahwa studi-studi tentang BLW masih sebatas studi observasional.

"Tapi sejauh ini belum ada penelitian yang mampu membuktikan. Misal, berapa berat badan anak dengan BLW, dan berapa berat anak dengan metode konvensional sebagai pembanding," kata Lucia dalam acara Diskusi Plus Minus Baby-Led Weaning, di kawasan Jakarta Selatan, Senin (4/9).

"Bagaimana efeknya terhadap enzim pencernaan, dan sebagainya juga belum diketahui. Jadi, saya enggak sarankan."

Lucia juga menambahkan, jika tak dilakukan dengan tepat, BLW bisa menyebabkan bayi tersedak sampai gangguan keterlambatan bicara. 


Karena belum ada bukti yang kuat, Lucia berpandangan bahwa metode pemberian MPASI sebaiknya tetap berpedoman pada panduan konvensional yang sudah diakui WHO dan Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Pedoman MPASI yang dimaksud adalah perkenalan makanan pendamping dengan tekstur lembek setelah pemberian ASI Eksklusif 6 bulan.

Makanan lembek yang disarankan adalah bubur atau nasi tim. Kemudian secara bertahap mulai diberikan makanan yang dicincang halus atau bertekstur. Metode ini bisa diiringi dengan pemberian finger food seperti buah. Dengan harapan di usia 12 bulan, anak sudah siap dengan makanan padat seperti orang dewasa. (chs/chs)


ARTIKEL TERKAIT