FOTO: Yang Meninggal dalam Sepi dan Kesendirian

AFP, CNN Indonesia | Senin, 04/12/2017 17:38 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Masyarakat di Jepang kini dirundung tren baru ketika banyak yang meninggal dalam sepi dan kesendirian, tanpa pasangan atau kerabat di saat menjelang kematian.

Seorang pria, diyakini di usia 50-an tahun meninggal dunia di kediamannya di Tokyo. Meninggal sendirian tanpa pasangan atau kerabat, ia menjadi korban terbaru dari tren lansia di Jepang bernama 'kodokushi' atau 'meninggal dalam kesendirian'. (AFP PHOTO / BEHROUZ MEHRI)
Dalam potret yang diambil 19 Agustus lalu, seorang petugas tampak membersihkan ruangan dengan pakaian pelindung. Ia memasuki apartemen pria yang meninggal sendirian tiga pekan setelah perkiraan waktu ia tiada. (AFP PHOTO / BEHROUZ MEHRI) 
Petugas kebersihan mengosongkan apartemen. Hingga kini memang tidak ada data resmi yang mencatat jumlah orang yang meninggal dunia sendirian di Jepang. Namun, para pakar memperkirakan sekitar 30 ribu per tahunnya. (AFP PHOTO / BEHROUZ MEHRI) 
Kodokushi disebutkan kini jadi masalah serius di Jepang. Sekitar 27,7 persen dari populasi berusia di atas 65 tahun, banyak yang putus asa menemukan pasangan, lalu memilih hidup sendirian. (AFP PHOTO / BEHROUZ MEHRI)
Sebelumnya, pada akhir Juni lalu, seorang perempuan juga meninggal dunia dalam kesendirian di kediamannya di Yokohama. Mayatnya baru ditemukan dua pekan setelah ia diperkirakan tiada. (AFP PHOTO / BEHROUZ MEHRI)
Perempuan yang meninggal sendirian tersebut disebutkan berusia 30-an tahun, karena kecanduan alkohol dan sempat dirawat di rumah sakit karena gangguan mental. Keluarganya, yang tinggal cukup jauh, menghubungi polisi setelah perempuan tersebut tak dapat dihubungi sebelumnya. (AFP PHOTO / BEHROUZ MEHRI)
Potret kediamannya yang diambil pada 21 Juni lalu menampilkan sunyi dan kekosongan, dari mulai sejumlah pakaian yang tergantung, hingga dapur yang beberapa bagiannya tak terurus baik. (AFP PHOTO / BEHROUZ MEHRI) 
Di dinding kamarnya juga ditemukan lukisan