Buku 'Fire and Fury' Ungkap Rahasia Gaya Rambut Trump

Rahman Indra, CNN Indonesia | Sabtu, 06/01/2018 12:53 WIB
Buku 'Fire and Fury' Ungkap Rahasia Gaya Rambut Trump Buku 'Fire and Fury: Inside the Trump White House' mengungkap rahasia di balik gaya rambut presiden AS, Donald Trump. (Foto: REUTERS/Jonathan Ernst)
Jakarta, CNN Indonesia -- Buku terbaru tentang Donald Trump, yang menuai banyak reaksi, juga mengungkap rahasia perihal rambut Trump.

Buku baru berjudul 'Fire and Fury: Inside the Trump White House' yang ditulis Michael Wolff itu mengungkap perjalanan Trump dari era pencalonan sebelum Pemilu hingga Desember lalu.

Di luar reaksi publik terhadap skandal Rusia dan hubungan Trump dengan Steve Bannon, Wolff juga mengungkap detil mengenai topik kontroversi lainnya, yakni rambut sang presiden.



Menurut Wolff, seperti dilansir dari AOL, putri Trump yang juga penasehat Gedung Putih, Ivanka mengungkapkan pada temannya kisah di balik gaya rambut Trump.

"Dia (Ivanka) kerap menggambarkan mekanisme di balik gaya rambut itu pada temannya, yakni clean pate, hasil dari scalp-reduction surgery yang dijalaninya, lalu ditutupi dengan rambut di kedua sisi dan bagian depan. Dan kemudian bertemu di bagian tengah lalu disisir ke belakang, serta dikuatkan dengan spray," tulisnya. 

[Gambas:Instagram]

Menurut Ivanka, ayahnya yang kini berusia 71 tahun, tak lagi berambut pirang alami.

"Warnanya, kata dia sembari menunjukkan ekspresi yang lucu, berasal dari produk yang disebut 'Just for Men', yang lebih panjang, dan lebih gelap, di sebelah kiri," ujar Wolff.

"Ketidaksabaran mengakibatkan warna rambut Trump jadi orange-blond," tuturnya.


Rambut Trump di beberapa waktu lalu sempat jadi perhatian publik, dan jadi subjek teori banyak orang.

Gawker melaporkan Trump menghabiskan uang sekitar US$60.000 (atau Rp 804,5 juta) untuk rambutnya, sementara ahli rambut Gersh Kuntzman menilai rambut Trump bukanlah toupee (atau wig) tapi hanya hasil dari sisiran yang buruk.

Buku 'Fire and Fury: Inside the Trump White House' dijadwalkan rilis 9 Januari 2018. (rah/rah)