UNESCO Rilis Daftar Situs Warisan Dunia yang Terancam Punah

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 25/01/2018 17:50 WIB
Secara total, saat ini ada 54 situs warisan dunia yang terancam punah. Foto udara kawasan hutan yang rusak di Lahat, Sumatera Selatan. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak berkurang dan malah bertambah, itulah yang terjadi dalam daftar Situs Warisan Dunia yang Terancam Punah versi UNESCO.

Pada awal tahun ini, UNESCO kembali merilis daftar yang bertambah 21 lokasi baru. Secara total, saat ini ada 54 lokasi yang terancam punah.

Indonesia “menyumbang” satu lokasi dalam daftar yang tak membanggakan itu. Hutan hujan di Sumatera disebut UNESCO terancam punah akibat ulah manusia.


Tak hanya floranya, faunanya juga mendapat ancaman yang sama.

[Gambas:Instagram]

Senasib dengan Sumatera, ancaman kepunahan juga dialami hutan hujan di Honduras, hutan hujan Atsinanana di Madagaskar, dataran Selous Game di Tanzania, dataran Air and Ténéré di Nigeria, Taman Nasional Niokolo-Koba di Senegal, Taman Nasional Everglades di Florida, Pulau East Rennell di Kepulauan Solomon, dan gugusan terumbu karang di Belize.

[Gambas:Instagram]

Serbuan turis juga menyumbang ancaman kepunahan bangunan bersejarah yang ada di kawasan Vienna di Austria, Pusat Sejarah Shakhrisyabz di Uzbekistan, Monumen Kosovo di Serbia, kota Potosi di Bolivia, kota Coro di Venezuela, kota Liverpool di Inggris, dan Gereja Nativity Betlehem di Palestina.

[Gambas:Instagram]

Tak hanya manusia, faktor bencana seperti gempa, banjir, pemanasan global, dan kebakaran juga membuat sejumlah lokasi terancam punah seperti kuil Chan Chan di Peru, kuil Timbuktu di Mali, kawasan Humberstone and Santa Laura di Chile, Reruntuhan Abu Mena di Mesir, dan Makam Kasubi di Uganda.

[Gambas:Instagram]

UNESCO tidak cuma merilis daftar yang menakutkan ini. Terdapat juga laporan usaha penyelamatannya yang berbuah manis, seperti yang dilakukan di Kuil Ankor Wat di Kamboja, Kota Tua Dubrovnik di Kroasia, Ladang Garam Wieliczka di Polandia, dan Area Konservasi Ngorongoro di Tanzania.

Ada juga laporan usaha penyelamatannya yang masih berlangsung, seperti di Taman Nasional Royal Chitwan di Nepal, Situs Arkeologi Delphi di Yunani, Penangkaran Paus El Vizcaino di Meksiko, Taman Nasional Kenya, dan Taman Nasional Kanada.

Jika ada waktu dan uang, tak ada salahnya mengunjungi salah satu lokasi-lokasi di atas. Kalau ada dana lebih, bisa juga menyumbangkan donasi untuk usaha pelestariannya.

(ard)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK