Meditasi Hati, 'Memadukan' Yoga dan Tarian Sufi

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Sabtu, 24/03/2018 01:40 WIB
Meditasi Hati, 'Memadukan' Yoga dan Tarian Sufi Pujiastuti Shindu menyatukan gerakan tarian sufi dan yoga untuk kemudian menyebutnya meditasi yang dapat membersihkan hati. (Ilustrasi/yoga/Foto: REUTERS/Vasily Fedosenko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Yoga dan tarian sufi merupakan dua hal yang berbeda. Yoga identik dengan sistem olah tubuh yang mulanya berawal dari filsafat Hindu, sedangkan sufisme atau tasawuf merupakan ilmu untuk menyujikan jiwa sesuai ajaran Islam.

Di tangan Pujiastuti Shindu, yoga dan tarian sufi justru menyatu untuk meditasi atau penyembuhan. Perempuan yang akrab disapa Uji itu memasukkan unsur yoga dalam tarian sufi agar dapat membersihkan hati.

Uji awalnya mendalami yoga sejak lebih dari dua dekade lalu. Setelah empat tahun mempelajari yoga, dia memberanikan diri untuk mengajar pada tahun 2000 dan mendirikan Yoga Leaf di Bandung dua tahun kemudian.



Selama mengajar yoga, Uji terus mengeksplor kemampuannya dengan menulis buku dan mempelajar ilmu lain. Sampai pada 2011, Uji mengikuti ziarah Wali Songo dan mempejari ilmu sufi. Sejak saat itu, Uji mengajarkan yoga dengan pendekatan ilmu sufi. Dia menyebutnya sebagai Yoga Kalbu atau yoga hati.

"Selama saya mempelajari yoga, sufisme yoga ini merupakan yang paling jujur. Pada saat sufisme, saya menjadi diri saya sendiri," kata Uji saat konferensi pers Bali Spirit Festival 2018 di Jakarta, beberapa waktu lalu. Uji merupakan pengajar pada salah satu festival yoga terbesar di dunia itu.

Lewat sufisme, Uji mengenal tarian sufi yang diciptakan Jalaluddin Rumi, penyair sufi terkenal dari Turki. Tarian sufi yang juga dikenal dengan Whirling Dervishes merupakan tarian yang berputar-putar dengan maksud mendekatkan diri pada Tuhan.

Uji menggunakan tarian itu bersama yoga untuk meditasi hati.

Meditasi Hati, 'Memadukan' Yoga dan Tarian SufiPujiastuti Shindu. (Foto: CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)



"Meditasi sufi ini merupakan cara melembutkan hati. Dalam sesi meditasi ini, saya mencoba menstimulasi hati lewat keberserahan, rasa syukur. Walaupun ajaran Islam tapi siapa saja bisa ikut," tutur Uji.

Sebelum memulai tarian sufi, Uji mengawali dengan teknik pernapasan yang didapat dari yoga. Dia lalu memberikan penjelasan tentang tujuan membersihkan hati sebelum memulai gerakan putar-putar.

Tarian sufi dimulai dengan mendekapkan tangan bersilang ke bagian dada. Ini bermakna menggenggam hati. Perlahan tangan itu turun ke bawah hingga bagian perut. Gerakan ini bermakna untuk membuka cakrawala dan melepaskan semua pikiran negatif.

Lalu, tangan kanan diangkat dan menghadap ke atas untuk menerima rahmat dari Tuhan. Sedangkan, tangan kiri menghadap ke bawah untuk menyebarkan rahmat ke seluruh tubuh.

Tubuh lalu berputar berlawanan arah jarum jam, mengikuti putaran alam semesta. Tarian ini diiringi musik syahdu dari bunyi flute dan gemericik air atau suara burung yang dapat melunakkan hati. Uji sudah membuat sebuah album bertajuk Kerinduan Sufi: Musik & Panduan Meditasi Untuk Hati Yang Berserah sebagai pengiring tarian sufi.


"Pelan-pelan saja, ini bukan soal balapan, yang penting berserah dan nyaman. Sambil berputar sambil memusatkan perhatian pada Allah dengan zikir dan sebagainya. Kalau yang bukan Muslim bisa pusatkan perhatian pada apa saja yang bisa melembutkan hati," ucap Uji.

Lambat laun, Uji bakal mengarahkan tarian sufi pada meditasi hati di akhir sesi. Meditasi itu dapat berupa membuang semua pikiran buruk, mendekatkan diri pada Tuhan, kelegaan hati, serta kebahagiaan.

Bagi pemula, efek samping seperti pusing dapat terjadi jika belum menemukan titik fokus,

"Kalau berputar dengan titik fokus, tidak akan pusing," ujar Uji. (rah/rah)