ULASAN PENGINAPAN

Bermalam di Puncak Grand Massif

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Minggu, 15/04/2018 15:23 WIB
Bermalam di Puncak Grand Massif Pemandangan dari kamar tipe Suite. (CNN Indonesia/Galih Gumelar)
Samoëns, Perancis, CNN Indonesia -- Club Med Grand Massif Samoëns Morillon menjulang dari ketinggian 1.600 meter dari permukaan laut di sisi barat daya Perancis. Menempati puncak gunung teratas di Grand Massif, Club Med Grand Massif Samoëns Morillon merupakan resor ski terluas di area ini.

Tak heran jika sekeliling resor dikungkung oleh lembah-lembah pegunungan Alpen yang penuh akan salju dan pohon cemara.

Nuansa kontemporer begitu terasa ketika memasuki lobi hotel. Di sini, material kayu masih mendominasi layaknya resor ski pada umumnya, namun interior itu berpadu padan dengan tata cahaya yang modern serta furnitur keluaran terbaru.


Selain itu, atmosfer modern juga terlihat dari dominasi warna pastel di seluruh sudutnya.

Club Med Grand Massif Samoëns Morillon memliki ruang-ruang fasilitas yang begitu lapang, mengingat kapasitasnya saja bisa menampung 940 orang.

Ini disebut-sebut sebagai destinasi resor wisata ski yang sedang hits di Perancis karena baru saja dibuka Desember 2017 silam.

Ketika saya datang di pertengahan April, tamu yang masih berada di hotel ini tercatat 740 orang atau 74,78 persen dari seluruh kapasitasnya. Padahal, waktu seperti ini seharusnya resor ski sudah mulai sepi lantaran masa libur musim dingin sudah berakhir.

Bangunan resor ini mengambil inspirasi dari berbagai hotel yang dikelola Club Med lain, seperti Club Med Tomamu di Jepang. Hanya saja, konsep yang lebih modern ditujukan bagi keluarga muda yang ingin merasakan liburan musim dingin. Selain itu, bangunan ini juga mengikuti kontur gunung, sehingga arsitekturnya membentang serta berundak-undak.

Berbeda dengan Club Med yang saya sambangi di Valmorel sebelumnya, Club Med Grand Massif Samoëns Morillon sangat peduli dengan detail di interiornya. Misalnya, hotel ini menggunakan unit kereta gondola sebagai bangku di pelataran.

Tak hanya itu, bangku chairlift yang biasanya digunakan untuk mengangkut pemain ski ke puncak juga digunakan sebagai tempat duduk. Sungguh pemilihan pernak-pernik interior yang apik, terbukti dengan banyaknya anak-anak yang doyan menghabiskan waktunya di sini.

Bermalam di Puncak Grand MassifRuang tengah tempat kongko. (CNN Indonesia/Galih Gumelar)

Suguhan Lereng Pegunungan Alpen Selepas Terjaga

Club Med Grand Massif Samoëns Morillon memiliki 11 lantai di mana setiap lantainya ditandai dengan huruf, melainkan angka. Dengan kata lain, hotel ini memiliki nomor lantai A, B, C, hingga M.

Pauline, seorang pegawai Club Med Grand Massif Samoëns Morillon mengatakan, penamaan lantai menggunakan huruf ditujukan agar tamu tak merasa gelisah karena kamarnya berada jauh di bawah.

Sebab, dengan bentuk bangunan berundak-undak, bagian lobi dan resepsionis tidak berada di lantai dasar pada umumnya.

"Ini agar menimbulkan kenyamanan secara psikologis bagi pelanggan. Kalau misalnya kami bilang ke tamu, 'Oh, anda akan tinggal di lantai minus delapan' tentu saja tamu merasa tidak nyaman dan tidak merasa disisihkan. Padahal, memang sebagian besar kamar di bawah karena bangunan kami mengikuti alur lereng gunung," ujar dia.

Makanya, tak heran jika banyak tamu yang sering tersasar. Saya pun sempat bingung menemukan kamar saya yang berada di lantai B. Sebab, ketika beranjak dari resepsionis, saya harus mengambil lift paling ujung dan berhenti di lantai C, kemudian berpindah lift lagi untuk menuju lantai B.

Bermalam di Puncak Grand MassifPemandangan dari kamar tipe suite di Club Med Grand Massif Samoëns Morillon. (CNN Indonesia/Galih Gumelar)

Namun, jibaku dalam menemukan kamar itu berbuah manis. Begitu memasuki kamar, saya langsung disuguhi pemandangan lereng pegunungan Alpen tepat di depan balkon. Dengan pemandangan seperti ini, saya mengerti kenapa Club Med Grand Samoëns Morillon jadi resor ski yang paling diminati di musim dingin kali ini.

Layaknya resor Club Med pada umumnya, Club Med Grand Massif Samoëns Morillon memiliki tiga jenis kamar, yakni tipe Club, Deluxe, dan Suite. Resor ini juga terbilang ramah bagi penyandang disabilitas, karena ada kamar tipe Club, Deluxe, dan juga Suite khusus bagi mereka.

Seorang pegawai hotel bernama Marco mengatakan, kamar tipe suite sempat ludes terisi beberapa bulan lalu. Bahkan, banyak tamu yang rela mengantre selama berminggu-minggu untuk mencoba bermalam di kamar ini saja.

Lantas, apa yang membuat orang berbondong-bondong datang ke Club Med Grand Massif Samoëns Morillon?

Marco menjawab, ini ada hubungannya dengan keberadaan Club Med sebagai resor yang all inclusive. Artinya, tamu hanya perlu sekali bayar saja, dan selebihnya mereka bisa menikmati seluruh fasilitas ini dengan cuma-cuma.

Adapun, fasilitas yang termasuk kategori cuma-cuma itu adalah makan minum sepuasnya, pelajaran ski bersama instruktur, serta ski pass, yakni akses untuk menggunakan gondola, chairlift, ski elevator, dan arena ski di kompleks ski Grand Massif. Bahkan, arena ski langsung terhampar begitu keluar dari hotel.

Bermalam di Puncak Grand MassifBangku chairlift yang dijadikan tempat bersantai. (CNN Indonesia/Galih Gumelar)

"Dan kebetulan kami juga berlokasi di atas puncak gunung sehingga terkesan eksklusif, bikin orang tak menyangka ternyata ada resor berbintang di tengah-tengah gunung," ujar pria asal Brazil ini.

Saya pun merasa tersanjung setelah diberitahu bahwa saya adalah salah satu orang Indonesia pertama yang menyambangi resor ini.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa beberapa orang terkenal juga sudah menginap di Club Med Grand Massif Samoëns Morillon ini.

"Aktris terkenal Brazil dan Portugal pernah datang ke sini. Di samping itu, seorang publik figur asal Perancis juga menginap di tempat kami. Namun, karena saya jarang menonton televisi, saya lupa siapa nama publik figur tersebut," imbuh dia.

Seketika saya merasa istimewa lantaran tengah menempati resor tempat orang terkenal pernah singgah. Meski saya pun tak tahu siapa gerangan selebritis tersebut.

Resor yang Dipenuhi Aura Semangat

Interior yang cerah serta banyaknya staf muda nan bergaya di hotel ini menafsirkan semangat jiwa muda dan terkesan zaman masa kini.

Kondisi ini cukup berbeda saat saya menghabiskan waktu di resor Club Med di Valmorel yang sarat akan nuansa elegan.

Di samping itu, saya juga senang dengan pilihan lagu yang dimainkan di setiap ruangannya melalui pengeras suara. Sebab, setiap lagu menggambarkan suasana yang terjadi di resor itu.

Di saat makan malam, misalnya, mereka memutar lagu jazz dan lagu-lagu khas chanson Perancis yang terkesan intim dan menenangkan.

Namun, di kala waktu bermain ski, mereka memutar lagu bertempo cepat. Tak jarang mereka juga memainkan lagu yang cukup alternatif.

Saya bahkan mendengar mereka memutar lagu Tame Impala, Arcade Fire, hingga Massive Attack saat sore hari di beranda.

Hasilnya, beraktivitas di Club Med Grand Massif Samoëns tak bikin saya lelah. Aura semangat tetap terpancar melalui berbagai medium, dari mulai interior hingga musik yang dimainkan.

Bermalam di Puncak Grand MassifPemandangan Club Med Grand Massif Samoëns Morillon Malam Hari. (CNN Indonesia/Galih Gumelar)
(ard)