Cerita Puteri Indonesia 2018, Sonia Jalani Vaksinasi HPV

CNNIndonesia, CNN Indonesia | Rabu, 25/04/2018 18:10 WIB
Cerita Puteri Indonesia 2018, Sonia Jalani Vaksinasi HPV Demi meningkatkan kesadaran publik akan vaksin HPV, Puteri Indonesia Sonia Fergina menjalani suntik vaksin, pada Rabu (25/4). (Foto: CNN Indonesia/Astika Andriani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menandai partisipasinya dalam Pekan Imunisasi Dunia, Puteri Indonesia 2018, Sonia Fergina mendapatkan vaksinasi HPV. Pada menit-menit menjelang disuntik vaksin HPV, Sonia mengaku merasa grogi.

"Dari kemarin itu sudah siapin mental. Tapi tetap saja deg-degan," ucap Sonia saat ditemui di sela-sela vaksinasi HPV yang berlangsung di Hongkong Cafe, Jakarta pada Rabu (25/4).

Pasalnya, Sonia kadang masih takut pada jarum suntik, terutama jika kondisi mental dan tubuhnya kurang optimal. Namun, mengingat pentingnya vaksinasi HPV itu sendiri, Sonia tetap menjalankannya.



Usai menjalani vaksinasi, Sonia yang juga salah satu Duta Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS) turut menyampaikan perhatiannya akan pentingnya vaksinasi HPV.

"Saya berharap dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kanker serviks, nantinya kita pasti dapat menyelamatkan banyak jiwa dengan melakukan tindakan pencegahan sedini mungkin melalui vaksinasi HPV dan deteksi dini melaui pap smear bagi perempuan yang telah menikah," ungkapnya via akun Instagramnya.

Dalam proses vaksinasi, Sonia mendapatkan suntikan yang diberikan dokter Cut Vanessa Rachmadian setelah ia menandatangani surat persetujuan. Vaksinasi tersebut pun selesai dalam waktu kurang dari satu menit.

"Ternyata nggak sesakit yang dibayangkan," ujar Sonia setelah ia selesai divaksinasi. Sonia juga mengatakan dirinya tidak merasakan efek samping apapun setelah diberi vaksin tersebut.

[Gambas:Instagram]


Vaksinasi HPV dilakukan untuk mencegah penyakit-penyakit yang dapat disebabkan oleh virus HPV, dari kanker serviks, kanker vagina, kanker mulut, kanker anus, hingga kanker penis.

Bagi mereka yang sudah berusia dewasa, vaksinasi HPV meliputi tiga kali suntik. Setelah menerima suntikan vaksin pertama, suntikan vaksin kedua dilakukan pada bulan kedua, dan suntikan vaksin ketiga dilakukan pada bulan keenam. Sedangkan bila masih berusia 9 hingga 13 tahun, vaksin HPV cukup dilakukan dua kali.

Menurut ahli ginekologi Adrijono, vaksin HPV paling ideal diberikan pada mereka yang masih berusia 9-13 tahun. Hal ini disebabkan, pada usia tersebut resiko paparan virus HPV masih sangat rendah, sehingga efikasi vaksin HPV dapat mencapai 99%.

Sedangkan mereka yang menerima vaksin HPV ketika sudah dewasa bisa jadi telah memiliki virus HPV di dalam tubuh, walau virus tersebut belum memicu perkembangan kanker. Sehingga, efektivitas vaksin HPV lebih rendah.

"Jika sudah berusia dewasa, tak hanya vaksinasi, tapi juga perlu screening, sehingga sel-sel yang sudah kena HPV bisa dideteksi," ujar Adrijono.
(ast/rah)