'Hijabfest 2018' Hadir di Bandung dan Jakarta

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Rabu, 02/05/2018 22:45 WIB
'Hijabfest 2018' Hadir di Bandung dan Jakarta Berbeda dengan gelaran pekan mode busana muslim, Hijabfest 2018 lebih mengedepankan para penjual busana muslim. Tahun ini digelar di Bandung dan Jakarta. (Foto: CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Memasuki tahunnya yang ke-delapan, gelaran 'Indonesia Hijabfest' kembali hadir tahun ini. Berbeda dari gelaran sebelumnya, festival bagi para penjual hijab itu digelar di dua kota, yakni Bandung pada 2-5 Mei, dan Jakarta pada 30 Mei-2 Juni mendatang.

Dalam gelaran tersebut, para penjual hijab berkumpul di satu tempat dan memudahkan para pencinta busana modest mencari beragam pakaian santun dan tertutup.

"Awal mulanya, saya kesulitan mencari penjual hijab. Lalu saya mencoba untuk mendata para pelaku bisnis hijab ini dan mengajak mereka bergabung dalam Hijabfest," kata Founder Indonesia Hijabfest, Sheena Krisnawati beralasan saat ditemui di Jakarta, akhir pekan lalu.


Usaha Sheena mengumpulkan pelaku bisnis pada 2012 itu bertahan hingga saat ini. Hijabfest menjadi ajang tahunan yang sebelumnya sempat digelar di Surabaya, Makassar dan Palembang. 


Gelaran Hijabfest 2018 di Bandung, kata dia, menghadirkan 117 label dan pelaku bisnis hijab. Ajang yang digelar di Sabuga Bandung ini juga diisi dengan seminar bisnis, ceramah Ustadz Hanan Attaki, dan konser musik dari Melly Goeslaw dan Afgan Syahreza. Sebanyak 117 tenant itu juga bakal menampilkan sebuah rancangan busana modest ibu dan anak.

"Tahun ini banyak yang kesulitan mencari baju kembar ibu dan anak. Jadinya kami menantang pebisnis ini untuk membuat sepasang baju ibu dan anak. Nanti akan ada parade baju ibu dan anak itu," tutur Sheena.

Untuk bisa masuk ke Hijabfest 2018 di Bandung bakal dikenakan biaya sebesar Rp12 ribu dan mulai dari Rp100 ribu untuk konser musik.


Sementara itu, Hijabfest 2018 di Jakarta akan diselenggarakan di Senayan City. Pelaku bisnis yang ikut serta hanya sekitar 60 tenant lantaran kondisi tempat yang terbatas.

Sheena menjelaskan Hijabfest 2018 ini berbeda dengan dengan penyelenggaraan pekan mode alias fashion week. Salah satunya adalah para pelaku bisnis yang bukan seorang desainer dan juga berorientasi bisnis

"Kalau fashion week biasanya produk desainer yang eksklusif, kalau festival lebih pelaku bisnis yang belajar otodidak dan membuat baju yang sedang tren. Fashion show-nya juga lebih sedikit," ucap Sheena.

Dari penyelenggaraan di Bandung, Sheena menargetkan mendapatkan sebanyak 30 ribu pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp5 miliar. Penyelenggaraan tahun lalu, Hijabfest berhasil mengantongi total transaksi sebesar Rp4,2 miliar.

"Kami lebih banyak mengejar transaksi karena memang tujuannya berdagang," ujar Sheena. (rah/rah)