Happy Salma, Sri, dan Perhiasan 'Jembatan Cinta' Ubud

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Rabu, 09/05/2018 14:53 WIB
Happy Salma, Sri, dan Perhiasan 'Jembatan Cinta' Ubud Kecintaan Happy Salma dan Dwi Sri Luce Rusna pada Bali membuat mereka memboyong Ubud dalam koleksi perhiasan terbarunya di Tulola Jewelry. (Foto: CNN Indonesia/Christina Andhika Setyanti)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kecintaan Happy Salma dan Dwi Sri Luce Rusna pada Bali membuat mereka memboyong Ubud dalam koleksi perhiasan terbarunya di Tulola Jewelry.

Dalam koleksi terbaru ini, Happy dan Sri mengungkapkan bahwa karyanya terinspirasi dari eksotisme Ubud yang menampilkan keindahan alam hingga kehidupan spiritualnya.

"Kami berdua sudah sekian lama tinggal di Ubud, dari sini kami melihat kalau Ubud punya banyak hal dan mewujudkan keindahan dan ketenangan," kata Happy saat konferensi pers beberapa waktu lalu.



"Karena bagi kami berdua, Ubud adalah rumah. Ubud sendiri artinya adalah obat, itu di mana selalu menjadi tempat kami merasa nyaman dan kembali pada titik nol untuk selalu kembali berkarya karena keterikatan kami akan takdir bersama orang terkasih."

Happy yang berperan di bidang kreatif sekaligus co founder ini mengungkapkan bahwa tema ini sangat sejalan dengan tema dan konsep Tulola Jewelry yang selalu menampilkan motif komunal dengan teknik seni murni asli Bali.

Beragam motif dan ide kreatif untuk koleksi ini pun digambarkannya dalam satu konsep besar, keindahan dan ketenangan Ubud.

"Sebagian besar didominasi dengan bunga lotus dan kupu-kupu. Saya terinspirasi akan literal simbol dari metamorphosis untuk segala hubungan secara pribadi antara saya dengan keluarga dan orang terkasih, maka kupu-kupu juga sebagai simbol perubahan yang indah dan menjadi bagian dari desain yang ingin saya tampilkan," kata Sri.

Happy Salma, Sri, dan Perhiasan 'Jembatan Cinta' UbudFoto: CNN Indonesia/Christina Andhika Setyanti

Menambahkan Sri, Happy Salma juga mengungkapkan desain perhiasannya ini juga didapatkan dari banyak ornamen dari Puri Ubud seperti bunga lotus, desain jendela, sampai jembatan cinta di Ubud.

"Favorit saya anting jembatan cinta," kata Happy sambil tertawa.

Proses kreatif pembuatan perhiasan ini dikerjakan selama empat bulan dengan bantuan delapan pengerajin perak dan emas. Setidaknya ada 30 desain baru yang dirancang oleh Sri dan Happy.

"Semuanya handmade, jadi tidak akan ada yang persis sama. Semua desainnya pasti berbeda karena sulit buat yang sama persis," kata Happy.

"Lagipula, ketersediaan bahan baku juga berbeda-beda. Jembatan cinta misalnya, ini belum tentu bisa dibuat lagi karena mutiara yang seperti ini sulit didapat."


Selain anting, varian kalung, gelang, sampai tusuk konde yang memadukan gaya tradisional dan modern berbahan emas dan perak ini menjadi andalan Tulola Jewelry.

"Lewat ini kami ingin memberitahu bahwa perhiasan bergaya vintage ini tak cuma dipakai untuk acara pernikahan atau formal lainnya dan hanya bisa dipakai orang tua saja, tapi juga daily wear dan anak muda juga." (chs)