Kate Spade Meninggal, Desain Tas Terakhirnya Ludes Terjual

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Jumat, 08/06/2018 14:12 WIB
Kate Spade Meninggal, Desain Tas Terakhirnya Ludes Terjual Kate Spade (REUTERS/Chip East/File Photo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Beberapa saat setelah Kate Spade meninggal dunia karena bunuh diri pada Selasa (5/6), para penggemar label eponimus tersebut memberikan penghormatan kepada sang desainer.

Penggemar-penggemarnya memberikan penghormatan dengan mengungkapkan perasaan mereka soal karya-karya Kate dan dampaknya untuk industri fesyen Amerika lewat media sosial.

Tak cukup hanya memberi penghormatan lewat media sosial, penggemarnya mulai membuktikan 'cinta' mereka pada Kate dengan membeli tas-tasnya. Mereka berbondong-bondong membanjiri toko Frances Valentine, label tas baru milik Kate yang dibuatnya tahun 2016 lalu. Harapannya, mereka bisa memiliki dan membawa pulang tas-tas hasil desain terakhir Kate Spade.



Rabu (6/6) satu per satu tas dari 64 buah koleksi tas terbaru Frances Valentine habis terjual di laman resminya. Aksesori dan produk lainnya pun harus dipesan (pre-order) terlebih dulu termasuk sebuah sandal metalik.

Tak cuma itu, produk lain yang termasuk dalam kategori sulit didapatkan adalah tas jinjing kanvas dua warna, whicker handbags, dan sebuah perhiasan.



Sekalipun Kate sudah tak lagi memiliki 'kuasa' atas label Kate Spade New York sejak beberapa tahun lalu, namun tak bisa dimungkiri kalau Kate Spade adalah otak cemerlang di balik imej Kate Spade selama ini.


Frances Valentine, brand terbaru Kate pun tak ayal punya nyawa yang sama dengan Kate Spade. Frances Valentine memiliki gaya khas Spade yang feminin dan unik. Hanya saja, dua tahun setelah peluncuran perdananya, labelnya belum sesukses label pertamanya. Namun mengutip In Style, ada kemungkinan hal ini berubah setelah Kate Spade meninggal dunia.

"Frances adalah nama keluarga dari ayah saya. Kakek, ayah, kakak, dan putri saya adalah Frances," kata Kate kepada WWD kala itu.

"Dan Valentine adalah nama tengah ibu dari ayah saya karena dia lahir di hari Valentine."



Masalah depresi jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi itu, Anda disarankan menghubungi pihak yang bisa membantu, misalnya saja Komunitas Save Yourselves https://www.instagram.com/saveyourselves.id, Yayasan Sehat Mental Indonesia melalui akun Line @konseling.online, atau Tim Pijar Psikologi https://pijarpsikologi.org/konsulgratis (chs/chs)