Pesawat Semarang-Karimunjawa Beroperasi Tiga Kali Seminggu

ANTARA, CNN Indonesia | Senin, 11/06/2018 14:32 WIB
Pesawat Semarang-Karimunjawa Beroperasi Tiga Kali Seminggu Sunrise di Pantai Pancuran, Karimunjawa. (CNN Indonesia/Artho Viando)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rute penerbangan komersial dari Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang ke Bandara Dewadaru, Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, resmi dibuka untuk umum guna mempermudah aksesibilitas wisatawan.

"Rute penerbangan baru Semarang-Karimunjawa yang dibuka mulai hari ini dilayani oleh NAM Air dengan menggunakan pesawat terbang jenis ATR 72-600," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso, di Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, seperti yang dikutip dari Antara pada Minggu (10/6).

Agus mengapresiasi maskapai penerbangan NAM Air kini menyediakan rute penerbangan komersial Semarang-Karimunjawa dengan frekuensi tiga kali penerbangan dalam satu minggu yaitu pada Rabu, Jumat dan Minggu.


Harga tiket penerbangannya mulai dari Rp650 ribu sekali jalan per orang.

Beroperasinya NAM Air menambah pilihan penerbangan ke Karimun Jawa, yang sebelumnya hanya dilayani oleh Susi Air dan Airfast Indonesia.

Ia berharap Bandara Dewadaru dapat menjadi pintu gerbang pengembangan wilayah Kepulauan Karimunjawa.

"Hari ini perusahaan besar NAM Air dengan sense of business-nya' menjadikan Bandara Dewadaru sebagai tempat potensial dan diterbangi secara komersial," kata Agus.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono juga berharap masyarakat Kepulauan Karimunjawa mendukung upaya pemerintah dalam pengembangan pariwisata di wilayah tersebut, sekaligus menjaga situasi kondusif wilayahnya.

"Saya titip masyarakat sini betul-betul mendukung dan menjaga situasi kondusif Karimunjawa, ono rembuk ya dirembuk," ujar Sri.

Terkait dengan pengembangan Bandara Dewadaru, kata Sri, Pemerintah Kabupaten Jepara telah menyediakan lahan sepanjang 400 meter untuk perpanjangan landasan pacu agar bisa didarati pesawat berukuran besar.

"Kami berharap pengembangan pariwisata ini 'multiplier effectnya' pada pertumbuhan ekonomi Karimunjawa dan Provinsi Jawa Tengah," pungkas Sri.

(ard)