Laporan dari Hong Kong

Pengalaman Jadi Turis Muslim Tiga Malam di Hong Kong

Suriyanto, CNN Indonesia | Minggu, 03/06/2018 16:21 WIB
Sisa bekas gedung kolonial di Hong Kong. (REUTERS/Tyrone Siu)
Hong Kong, CNN Indonesia -- Hong Kong berada di peringkat ke-lima dalam daftar Destinasi Wisata Halal Terbaik se-Dunia Kategori Negara Mayoritas Non-Muslim 2018. Sementara itu Singapura dan Thailand masing-masing berada di peringkat pertama dan ke-dua.

Saat ini Hong Kong semakin giat mengundang turis Muslim datang. Saya berkesempatan mencicipi wisata halal di negara bekas koloni Inggris itu selama empat hari tiga malam pada bulan kemarin atas undangan Hong Kong Tourism Board (HKTB).

 Ada berbagai pilihan penerbangan menuju Hong Kong, dari yang murah hingga yang mahal. Dari Jakarta, saya naik penerbangan paling pagi maskapai Hong Kong, Cathay Pacific, di Bandara Soekarno Hatta pukul 08.10 WIB.


Perjalanan udara ditempuh dalam tempo 4 jam 10 menit. Sebagai informasi, ada perbedaan waktu satu jam antara Jakarta dan Hong Kong, lebih dahulu Hong Kong, sama seperti waktu Indonesia tengah.

Bagi turis Muslim, panduan tempat makan halal dan masjid bisa ditemui dalam situs Discover Hong Kong atau Cathay Pacific.

Berikut ini catatan perjalanan saya selama berada di Hong Kong:

14.10 - Hong Kong Internasional Airport

Sampai di bandara lokasi pertama yang saya cari adalah tempat salat karena salat Zuhur belum saya tunaikan. Saya menyusuri penunjuk arah bertuliskan 'Prayer Room' di kawasan bandara setelah melewati gerbang imigrasi.

Tempat salat yang saya temukan cukup nyaman, adem karena ada pendingin udara. Ada sebuah sajadah terlipat rapi. Tempat wudu juga cukup nyaman meski hanya sebuah keran air. Dalam ruangan tanpa karpet tersebut, terdapat penunjuk arah kiblat di langit-langit ruangan.

Ada lima tempat salat, tiga di dalam dua di luar bangunan bandara.

Tempat salat di bandara ini adalah tempat berdoa secara umum yang bisa digunakan umat beragama lainnya. Karena itu tak ditemukan ornamen bernuansa Islami di tempat ini.

15.30 - Sky 100

Internasional Commerce Center merupakan bangunan tertinggi di Hong Kong. Total ada 108 lantai di sini.

Di Sky 100 tepat di lantai 100, saya bisa melihat seluruh Hong Kong secara 360 derajat, termasuk melihat keindahan Pelabuhan Victoria yang terkenal.

Untuk menuju ke atas, pengunjung dikenai biaya HK$180 (sekitar Rp320 ribu). Pengunjung menggunakan lift khusus dengan kecepatan super tinggi. Lantai 100 di ketinggian 393 meter, bisa diraih hanya dalam tempo 60 detik.

Pengalaman Jadi Turis Muslim Tiga Malam di Hong KongPemandangan dari Sky 100. (CNN Indonesia/Suriyanto)

Bukan cuma melihat keindahan Hong Kong, dari lantai 100 itu pengunjung bisa mencoba tantangan menggunakan virtual reality. Teknologi VR ini memungkinan pengunjung seolah-olah berdiri di atas ketinggian dengan hembusan angin dan serasa melayang di udara. Namun ada biaya tambahan untuk bisa menikmati fasilitas itu.

Pengunjung juga bisa berfoto ria di booth foto yang disediakan dengan berbagai tema dan hasilnya bisa diunggah langsung ke media sosial.

Ada tempat salat bagi pelancong Muslim di atas ketinggian hampir 400 meter ini. Namun tempat salat hanya sekedarnya memanfaatkan ruangan yang cukup sempit. Tak ada tempat wudu di lantai ini sehingga saya diarahkan untuk mengambil wudu di toilet yang ada di lantai berbeda.

Sementara untuk bersantap halal, saya memilih sebuah cafe yang menjual menu roti lapis atau sandwich sambil menikmati kemegahan Hong Kong dari atas.

19.00 - Hotel Grand Harbour Hong Kong

Hotel Grand Harbour Hong Kong merupakan salah satu hotel mewah di Hong Kong. Tidak percaya? Lihat saja luas kamarnya, karena hotel biasa biasanya berukuran sempit akibat negara ini kekurangan lahan.

Dari kamar hotel ini saya juga bisa melihat pemandangan Pelabuhan Victoria secara langsung.

Restoran di hotel ini juga menyediakan menu halal meski sekadarnya seperti aneka roti, salad serta bubur ayam tanpa campuran apapun, hanya bubur putih dengan rasa gurih.

Pengalaman Jadi Turis Muslim Tiga Malam di Hong KongPemandangan di Victoria Harbour. (AFP PHOTO / ISAAC LAWRENCE)

Bersambung ke halaman berikutnya...

(ard)
1 dari 3