Celoteh Wisata

Ringgo Agus Rahman dan Hobi Petualangannya

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 14/06/2018 11:47 WIB
Ringgo Agus Rahman dan Hobi Petualangannya Ilustrasi (Foto: AFP PHOTO / OLIVIER MORIN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menyambut datangnya hari raya Idul Firi, tradisi mudik seakan telah menjadi paket ritual pada sebagian besar daerah di Indonesia, namun hal itu seakan tidak berlaku di Bali. Pulau Dewata tetap saja memiliki pesona sekaligus nuansa wisata alam berbaur budaya yang kental, tak peduli musim apapun.

Aktor sekaligus pesohor yang namanya melejit karena aktingnya di film Jomblo, Ringgo Agus Rahman, bercerita kepada CNNIndonesia.com tentang pengalamannya berlebaran di Bali.

Menurutnya suasana salat Idul Fitri di Bali seperti salat jumat di pulau Jawa. Karena muslim di Bali adalah minoritas, dan sebagian besar umat muslim di Bali sudah mudik ke kampung halamannya masing-masing.


"Suasana di Bali itu liburan, habis salat ied terus keluar cari makan. Di sini gak ada tuh tradisi muter ke tetangga buat salam tempel," ujar Ringgo saat dihubungi CNNIndonesia.com via telepon, Rabu (13/6).

Bagi Ringgo, lebaran di kali ini harus diatur dengan terjadwal karena anaknya yang masih kecil. Ia dan istri memilih berangkat sebelum arus mudik dan kembali setelah arus balik berlangsung.

"Tapi nanti kalau anak gue udah gede sih harus tahan banting juga, jangan manja. Rasakan nanti budaya mudik yang macet-macet itu," katanya sembari tertawa.

Aktor yang terkenal karena kekocakannya ini ternyata memiliki hobi yang sarat unsur petualangan, yakni mengendarai sepeda motor dan menyelam. Namun Ringgo enggan disebut sebagai rider yang sarat dengan unsur filosofis, ia lebih suka dianggap sebagai orang yang suka motor.

"Gue menganggap sepeda motor itu alat transportasi aja, kalau gak memungkinkan naik motor ya naik mobil. Begitupun sebaliknya," ujar pria yang melakukan perjalanan terakhir dengan sepeda motornya dari Malang menuju Bali.

Ringgo justru mengaku diriya lebih suka menyelam, karena ia sudah menggeluti kegiatan ekstrim ini sejak tahun 2009.

Menurutnya 'kancah' dunia penyelaman pada waktu itu lebih terasa nuansa petualangannya, karena masih jarang tur operator. Sehingga tidak jarang harus mencari lokasi menyelam yang berdampak pada besarnya biaya pengeluaran.

[Gambas:Instagram]

Namun setelah memiliki anak, Ringgo terpaksa menyetop hobinya itu. Untuk mengobati rasa rindu, ia berencana menyelam dengan istrinya ke kawasan Indonesia timur jika anaknya sudah cukup besar untuk ditingal.

Sebagai penyelam, Ringgo tentu merasa gerah dengan maraknya berita tentang sampah plastik yang melanda perairan Indonesia. Namun ia juga tidak tahu bagaimana caranya mengubah kebiasaan membuang sampah sembarangan.

"Soal sampah itu gue juga bingung gimana ngebilanginnya. Soalnya orang kita tuh mau dikritik kayak gimana juga tetep aja cuek. Bahkan Harrison Ford waktu itu sempet marah-marah ke Menteri Kehutanan waktu itu, gak ngaruh juga," katanya.

Jika membahas maslah sampah, Ringgo merasa iri dengan dengan negeri tetangga yaitu Australia. Ia mengaku terpana dengan kebersihannya, saat berkunjung ke Australia Barat selama delapan hari di bulan April.

"Salah satu kelebihan Australia Australia Barat menurut gue adalah manajemen pariwisatanya. Mereka sudah siap banget menyambut tamu tanpa harus bersikap berlebihan," katanya.

Namun baginya Indonesia tetaplah rumah yang tidak bisa digantikan, apalagi dibanding-bandingkan dengan negara manapun. (agr)