Eksklusif

Joe Isidori, Otak di Balik Milkshake Anti Gravitasi Black Tap

CNN Indonesia | Minggu, 01/07/2018 08:00 WIB
Joe Isidori, Otak di Balik Milkshake Anti Gravitasi Black Tap Joe Isidori, koki Black Tap Burgers & Milkshake (Dok. Alek Michaud/Black Tap Restaurant)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejak Maret 2015 lalu, nama Black Tap Burgers & Beer Restaurant menjadi salah satu perbincangan dunia kuliner. Joe Isidori, pemilik sekaligus koki Black Tap pun terkenal karena kreasi milkshake hebohnya. 

Isidori membuat milkshake 'menantang gravitasi' dengan tumpukan topping hebohnya yang menjulang ke atas. Milkshake ini pun menjadi bintang instagram dan juga sukses memikat warga New York. 

Kesuksesan Black Tap untuk memikat para pecinta kuliner pun membuat restorannya dibuka di berbagai belahan dunia, seperti Las Vegas, Vegas, Dubai, Geneva, and Disneyland Resort di California.


Kini Isidori pun membuka restoran Black Tap di Singapura, sebagai restoran pertamanya di Asia.

CNNIndonesia.com berkesempatan untuk berbincang dengan Joe Isidori, tentang kecintaannya pada kuliner, cabang Black Tap terbarunya di Singapura, sampai perjalanan kariernya. 

CNNIndonesia.com: Kenapa harus burger dan milkshake?

Joe Isidori (JI):
Black Tap adalah versi modern dari gaya makan siang New York. Dulunya, Kota New York punya banyak gerai burger yang disukai orang-orang. Da sekarang kami membuatnya lebih modern dan mengubahnya dengan gaya burger New York, dengan beberapa gaya baru yang modern.

[Gambas:Instagram]

CNN: Kenapa pilih Singapura sebagai lokasi baru Black Tap?

JI:
Kami sudah ada di Las Vegas dan Macau, dan Marina Bay Sands di Singapura adalah partner yang baik. Singapura adalah tempat yang sempurna. Kami hanya bisa merasakan ketika menemukan pilihan yang tepat untuk kami. Kami juga tahu kalau banyak orang datang ke Singapura.

CNN: Apa yang membuat Anda jatuh cinta dan memutuskan untuk menjadi koki?


JI: Saya terlahir untuk ini. nenek saya adalah seorang koki New York yang memenangkan berbagai penghargaan, sedangkan ayah saya juga seorang koki terkenal di New York.

Jadi saya mengikuti jalan mereka dan menjadi koki generasi ketiga di keluarga. Ayah saya dan dua kakaknya adalah koki, semua anaknya koki, saya koki, sepupu saya koki, dan kami ingin anak-anak kami juga menjadi koki generasi ke-4. Inilah yang dilakukan keluarga Isidori.

CNN: Apa arti memasak untuk Anda?

JI: Kami sudah melakukan ini sepanjang hidup dan buat saya, saya tak pernah berpikir untuk melakukan hal lainnya. Saya sangat jatuh cinta dengan memasak dan saya merasa nyaman serta alami. Ini adalah panggilan yang mudah untuk saya.

CNN: Bisa ceritakan tentang perjalanan karier memasak Anda?

JI: Saya dilatih memasak oleh ayah saya. Saya ingat suatu hari saya pergi ke dapur ayah. Ketika saya masih kecil, ayah berusaha untuk menjauhkan saya dari bisnis. Setiap kali saya mulai terkena masalah, dia akan membawa saya ke dapur dan membuat saya bekerja.

Kami sadar bahwa saya berbakat di sana. Jadi saya tak masalah jika harus buat masalah, karena saya sangat menikmati hukuman saya.

Saat berusia 17 atau 18 tahun, saya bilang ke ayah kalau saya ingin menjadi koki penuh waktu, dan dia bilang, "Itu hebat!Sekarang lupakan soal liburan, lupakan akhir pekan dan jalan-jalan. Ketika yang lain libur bekerja, kamu bekerja. Dan kalau kamu tak masalah dengan itu, maka kamu berada di jalur yang tepat untuk jadi koki."

Dia juga menambahkan 'Kamu harus menyerah dengan kehidupan pribadi jika ingin jadi koki karena kamu di sini untuk memasak dan melayani orang. Ini bukan soal kamu, ini soal mereka.'

Menu makanan di Black TapFoto: Dok. Black Tap Restaurant
Menu makanan di Black Tap

CNN: Bagaimana jatuh bangunnya?

JI: Ada sebuah kebanggaan untuk melihat orang-orang menikmti makanan mereka, mendengar apa arti makanan itu untuk mereka, dan Anda akan menemukan itu setiap malam setiap harinya. Sesekali akan ada ratusan orang, dan sebuah perasaan yang menyenangkan untuk bisa membuatnya berharga.

Jadi pastinya ada naik turunnya. Kehidupan sosial akan menjadi sedikit canggung dan berubah tapi rasa syukur dan terima kasih yang didapatkan dari pelanggan dan orang-orang yang Anda beri makan itu setimpal.

CNN: Kapan pertama kali mendapat Michelin star?

JI: Itu sangat sulit. Ini setimpal dengan menjadi seorang atlet profesional. Ada banyak koki di luar sana tapi hanya beberapa orang koki yang bisa mendapatkannya. Ini butuh kerja keras, talenta, skill, dan dedikasi.

Suatu kali pernah lupa tentang dunia luar beberapa tahun karena berfokus untuk mengasah keterampilan. Keliling dunia untuk bekerja dengan koki yang berbeda, baik itu kerja tanpa dibayar atau dengan bayaran kecil, tujuannya hanya untuk pengalaman dan eksposure. Anda terus-menerus bereksperimen dan meneliti.

Itu benar-benar kehidupan seorang seniman. Anda sela;u berharap bisa membuat sebuah makanan yang istimewa, berharap juga suatu saat seseorang akan mengakui dan mengganjar Anda dengan sebuah bintang Michelin.

Anda mencurahkan pikiran untuk menjadi koki bintang Michelin dan berhasil mendapatkannya, tapi Anda tak akan benar-benar tahu apa yang mereka (inspektor Michelin) pikirkan. Anda hanya harus bekerja keras setiap hari, tiap minggu, tiap detik seperti Anda memberi makan seornag inspektor Michelin. Berusaha yang terbaik sampai suatu saat nanti akan diakui.

beberapa dari kami mendapatkan kehormatan untuk memenangkan penghargaan ini. Ini tak mudah. Saya bilang ke semua orang bahwa sekarang saya sudah tua dan juga sudah melewati banyak hal. Berusahalah yang terbaik dan biarkan semuanya berjalan.

CNN: Apa yang paling menyenangkan dari memasak dan jadi koki?

JI: Sebagai seorang koki, sekarang saya sudah agak tua. Saya lebih puas untuk memberi makan orang-orang dan membuat mereka bahagia. Apakah itu hanya sepiring pasta yang sederhana, makanan yang butuh tiga hari untuk dibuat, atau membuat bbq di halaman belakang, saya selalu bertujuan untuk memuaskan orang.

Ketika masih muda, Anda akan penuh dengan ambisi dan berpfokus pada sisi artistik. Tapi dalam lingkaran hidup seorang koki, Anda akan melewati tahap ini. Ketika Anda berada dalam titik tertentu, Anda akan merasa lebih senang memasak ikan yang sempurna, sepiring pasta yang sempurna, dibanding dengan meletakkan kacang polong di piring sebanyak 50 kali. Anda tahu, kesederhanaan adalah yang terbaik.

Sebagai koki yang matang, Anda akan lebih suka dengan kesederhanaan dan kepuasan tamu-tamu.

[Gambas:Instagram]

CNN: Jika Anda hanya bisa memilih tiga bumbu dapur di dunia, apa yang akan di pilih.

JI: Garam, bumbu campuran lima rempah (Jepang atau China), dan smoked paprika. Jika saya tak memakai garam, saya akan pakai daun koriander (ketumbar).

CNN: Boleh bagikan salah satu resep termudah Anda?

JI: Sebenarnya saya benci menambahkan saus tomat di atas burger. Saya pikir burger yang sempurna tak akan butuh saus tomat. Tapi ini tak berarti kalau burger tak butuh saus.

Di Black Tap kami selalu membuat saus spesial untuk semua burger Amerika. Tapi Anda bisa membuatnya sendiri di rumah karena sangat mudah.

Yang harus Anda lakukan adalah mengikuti resep salad Rusia atau dressing thousand island dan tambahkan bumbu sedikit. Tambahkan saus worcestershire, sesendok kecil (penuh) gochujang (pasta cabai Korea) dan sedikit chipotle. Ini akan memberikan aroma khas dan sempurna untuk tambahan rasa di burger Anda.


(chs/chs)