Laporan Paris Couture Week

Sentuhan Heraldry dan Faleristik di Perhiasan Louis Vuitton

Fandi Stuerz, CNN Indonesia | Senin, 09/07/2018 20:02 WIB
Sentuhan Heraldry dan Faleristik di Perhiasan Louis Vuitton Koleksi perhiasan mewah LV (dok. Fandi Stuerz)
Paris, CNN Indonesia -- Louis Vuitton menjadi salah satu show penutup pekan mode couture di Paris musim ini. Bukan dengan koleksi pakaian, Louis Vuitton menyuguhkan koleksi terbaru mereka yang terbaru untuk lini haute joaillerie.

Louis Vuitton sendiri menghadirkan 60 buah perhiasan yang terdiri dari kalung, kalung, anting, dan bros. Setiap item yang dibuat menampilkan kreativitas dan keunggulan Louis Vuitton yang tidak banyak diketahui oleh khalayak umum, khususnya dalam dunia perhiasan.

Dengan sejarah panjang sebagai pembuat trunk dan tas, Louis Vuitton menawarkan kreativitas, keahlian, serta teknik pembuatan perhiasan yang paling kompleks demi mewujudkan perhiasan yang terintegrasi dengan baik dengan semangat rumah mode.



Untuk mewujudkan koleksi perhiasan yang kompleks ini Louis Vuitton menggunakan pendekatan heraldry (ilmu pembuatan pedang dan pisau) serta faleristik (ilmu tentang pembuatan lencana gelar kehormatan).

Koleksi Perhiasan Louis Vuitton yang baru ini bertajuk Conquêtes Regalia, yang merupakan bagian kedua dari sebuah koleksi trilogi.

Kekuatannya dilambangkan oleh sang direktur desain untuk perhiasan Francesca Amfitheatrof dalam dua signature emblematik dari Maison Louis Vuitton yang terkenal, yakni bunga berkelopak empat.

Dengan tambahan batu-batuan mewah aneka warna yang megah seperti hijau emerald dan biru safir yang dikelilingi butiran berlian, koleksi perhiasan Louis Vuitton ini menjadi makin mewah. 

Bunga ini menjadi sebuah lambang keberuntungan yang sering ditemukan di artefak seni Mesir abad ke-4 dan huruf V, yang disajikan bersama untuk pertama kalinya dalam satu koleksi, yang terdiri dari 60 item.

Koleksi perhiasan LVFoto: dok. Fandi Stuerz
Koleksi perhiasan LV

Dengan harga yang bisa mencapai 1,2 juta euro untuk satu itemnya, tak kurang dari setengah dari koleksi paling eksklusif dari Louis Vuitton ini telah terjual selama couture week di Paris.

Dengan usahanya menjelajahi lini perhiasan mewah, Louis Vuitton tidaklah sendirian. Bersama Dior dan Chanel Haute Joaillerie, mereka kini menjadi pesaing ketat merk-merk perhiasan termasyhur lain seperti Chopard, Van Cleef & Arpels, dan De Beers yang terlebih dahulu dikenal sebagai merk perhiasan eksklusif. (chs)