ULASAN PENGINAPAN

Menghuni Kamar 'Presiden' di Jantung Kuta

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Sabtu, 11/08/2018 10:18 WIB
Menghuni Kamar 'Presiden' di Jantung Kuta Pemandangan dari Sheraton Bali Kuta Resort. (CNNIndonesia/Ardita Mustafa)
Kuta, CNN Indonesia -- Merayakan hari istimewa, seperti ulang tahun, bulan madu, atau hari jadi, sudah pasti harus dilakukan di tempat yang istimewa. Jika pilihannya Bali, tak ada salahnya merogoh kocek lebih dalam untuk menghabiskan malam spesial di jajaran hotel bintang limanya yang berada di pinggir Pantai Kuta.

Bagi yang gemar keramaian kawasan Kuta bisa dijadikan pilihan. Ibaratnya hanya selangkah dari kamar hotel segala keramaian yang diinginkan bisa didatangi, mulai dari restoran, spa, mal, pasar, sampai kelab malam.

Sheraton Bali Kuta Resort menjadi pilihan saya saat berkunjung ke Bali pada pekan kemarin. Hotel ini berada tepat di pinggir Jalan Kuta dan di sebelah Mal Beachwalk serta Jalan Poppies.


Sempat ada perasaan khawatir kalau hotel ini bakal menyediakan fasilitas seadanya atau terasa bising. Nyatanya baru masuk ke lobinya keruwetan Jalan Kuta seakan terlupakan, karena ruangannya dibangun luas dan beratap tinggi sehingga semilir angin pantai terasa.

Sembari menunggu waktu check-in pukul 13.00 tamu bisa makan siang di restoran Feast atau Bene atau ngopi di The Lounge. 

Feast berupa restoran dengan menu beragam mulai dari Eropa sampai Asia, sementara Bene berupa restoran khusus dengan menu Italia. Keduanya dikelola oleh Executive Head Chef Rossano Renzelli.

Baik itu menu Eropa atau Asia, kenikmatan olahan makanan dari kedua restoran ini tetap bisa dinikmati oleh lidah orang Indonesia, jadi jangan khawatir kelaparan.

Sementara The Lounge merupakan teras dengan sofa-sofa nyaman yang bisa dinikmati tamu yang ingin bersantai sambil menikmati pemandangan Pantai Kuta. Jika malas berdesak-desakan dengan turis lain di pinggir pantai, menyaksikan matahari terbenam Pantai Kuta juga bisa dilakukan dari sini.

Pemandangan dari The Lounge. (CNN Indonesia/Ardita Mustafa)

Bagi tamu yang datang di hari Minggu ada Feast Market Brunch berupa promo makan siang prasmanan di Feast dengan harga mulai Rp390 ribu per orang. Paket tersebut sudah termasuk makan dan minum.

Jika hanya ingin minum-minum bir, wine atau cocktails ada juga promo seharga Rp300 ribu per orang. 

Menu seafod di Feast. (Dok. Sheraton Kuta Bali)

Promo ini bisa dinikmati mulai dari pukul 13.00 sampai 15.00. Sebelum pulang tamu masih bakal dibekali sayur dan buah senilai 1 kg sebagai oleh-oleh. Jadi siapkan perut sebelum datang.

Bukan cuma Feast Market Brunch, ada juga promo Happy Hour Journey berupa beli satu dapat dua minuman di Feast, Bene dan The Lounge di waktu-waktu tertentu setiap harinya. Siapa bilang kongko di hotel bintang lima membuat kantong bolong?

Pemandangan dari restoran Bene. (Dok. Sheraton Kuta Bali)

Tak hanya restoran, fasilitas lain yang ada di Sheraton Bali Kuta Resort ialah tempat gym 24 jam, kids club beserta kolam renang mini, Shine Spa dan kolam renang berkonsep infinity pool.

Sama seperti restoran dan kids club, fasilitas Shine Spa di sini bisa dinikmati oleh tamu di luar hotel. Menu spa yang ditawarkan beragam, mulai dari pijat refleksi, pijat seluruh tubuh, sampai yang lebih merinci seperti manicure, pedicure dan facial. Tarifnya mulai dari Rp320 ribuan.

Beranjak ke kamar, ada tujuh tipe kamar di sini dengan pemandangan mulai dari taman di lantai dasar sampai lepas Pantai Kuta. Kamar yang paling sederhana bertipe Deluxe Room dengan tarif mulai dari Rp1,5 jutaan per malam. Sementara yang paling mewah bertipe Presidential Suite dengan tarif Rp11 jutaan per malam.

Di luar luas kamar dan pemandangannya yang berbeda, seluruh kamar di sini berkonsep sama: berteras, luas dan senyap. Tiga kenyamanan tersebut bisa dibilang kemewahan yang dipertahankan di seluruh jaringan Sheraton, sehingga membuat banyak tamu setia datang ke hotel ini.

Saya berkesempatan bermalam di Presidential Suite, kamar seluas 265 meter persegi dengan dua lantai. Lantai satu berupa kamar tidur, kamar mandi dan teras kecil. Lantai dua berupa ruang santai, teras besar dengan jacuzzi plus sofa dan ruang makan.

Kamar tidur. (CNN Indonesia/Ardita Mustafa)

Di setiap lantai ada televisi besar yang bisa disediakan, tapi menonton televisi sudah pasti bukan jadi kegiatan utama tamu yang menginap di sini. Menyaksikan 'golden sunset' di teras, makan malam dengan layanan private chef atau pesta jacuzzi bisa jadi pilihan yang tepat.

Menghuni Kamar 'Presiden' di Jantung KutaRuang makan yang menyatu dengan teras. (CNN Indonesia/Ardita Mustafa)

Karena datang sendirian ke Bali, saya mengajak beberapa teman untuk menikmati fasilitas Presidential Suite ini. Dari mulai sunset sampai tengah malam kami menghabiskan waktu di lantai dua.

Teras multifungsi. (CNN Indonesia/Ardita Mustafa)

Walau sudah ada lima orang dewasa, area ini tetap terasa luas.

Sayangnya privasi area ini kurang terjaga karena pagar teras berupa kaca tembus pandang. Tamu-tamu dari kamar lain yang gedungnya hanya berseberangan bisa langung melihat ke area ini.

Sheraton Bali Kuta Resort rasanya perlu sedikit merenovasi area ini agar terasa lebih ekslusif. Selebihnya pelayanan untuk tamu yang menginap di Presidential Suite sangat maksimal.

Secara garis besar Sheraton Bali Kuta Resort merupakan pilihan bermalam yang tepat bagi turis yang gemar dengan keramaian dan tak bisa lepas dari kegiatan kongko atau belanja.

Namun strategisnya lokasi tak membuat hotel ini melupakan konsep hotel berbintang lima yang hakiki: membuat tamu bermalam dengan kenyamanan yang berbalut kemewahan serta memanjakan tamu dengan pelayanan yang mengesankan.

(ard)