Rekomendasi Kuliner

5 Rekomendasi Kuliner Legendaris Indonesia ala William Wongso

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Jumat, 10/08/2018 19:00 WIB
5 Rekomendasi Kuliner Legendaris Indonesia ala William Wongso Foto: CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak lekang oleh waktu dan bercita rasa nan khas menjadi salah satu syarat sebuah kuliner disebut legendaris. Kuliner itu harus tetap diminati di tengah gempuran banyaknya restoran baru yang modern dan inovasi kuliner yang kian berkembang.

Pakar kuliner William Wongso bahkan menilai kuliner legendaris mesti bisa bertahan hingga lebih dari tiga generasi dengan mempertahankan rasa yang unik.

"Kuliner legenda itu enggak bisa yang baru, harus yang sudah bertahan lewat dari tiga generasi setidak-tidaknya dan bisa menyajikan makanan yang khas dari daerah itu atau keluarga itu," kata William Wongso saat ditemui dalam gelaran kuliner Kampoeng Legenda di Mal Ciputra, beberapa waktu lalu.



Berikut lima rekomendasi kuliner legendaris dari William Wongso.

William WongsoFoto: CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman
William Wongso
1. Warung Asem-Asem Koh Liem, Semarang

Berdiri sejak 1978, rumah makan milik Piek Swie Liem ini sudah bertahan hingga tiga generasi. Warung asem-asem ini kini dikelola oleh cucu Koh Liem. 

Seperti namanya, rumah makan ini menyajikan menu andalan berupa asem-asem daging yang diracik dengan asem jawa, belimbing wuluh dan tomat. William merekomendasikan warung makan ini lantaran rasa rebusan yang tak berubah hingga  kini.

"Dari semua ini, saya tahu warung Koh Liem. Itu rebusan Semarang sudah sepuh dan banyak khas masakannya mengandung kecap, jadi favorit saya," kata ahli kuliner yang berusia 71 tahun itu.

2. RM Betawi Soto H Ma'ruf, Jakarta

Soto H Ma'ruf ini terkenal karena rasa rempah yang kuat didapat dari resep rahasia yang turun temurun. Rumah makan ini mampu bertahan hingga tiga generasi. Selain soto Betawi, rumah makan ini juga menambah menu baru seperti laksa Betawi.

William menilai Soto H. Ma'ruf yang berdiri sejak 1940 ini merupakan pelopor mahsyurnya soto Betawi.

"Ini cikal bakal soto Betawi dari dulu sampai sekarang," ujar William.


3. Gudeg Yu Djum, Yogyakarta

Dari Yogyakarta, William menyebut nama Gudeg Yu Djum sebagai salah satu rekomendasi kuliner legendaris. Warung makan spesialis gudeg ini sudah berdiri sejak 1950-an. 

Kini, rumah makan yang dirintis oleh Yu Djum yang bernama asli Djuwairiyah itu sudah memiliki beberapa cabang di Yogyakarta yang dikelola oleh keturunannya. Cita rasa gudeg yang khas menjadi rahasia kesuksesan Gudeg Yu Djum.

"Gudeg Yu Djum cukup legendaris, sudah generasi ketiga dan Yu Djum banyak usahanya dan juga berkembang," ucap William.

4. Nasi Jamblang Mang Dul, Cirebon

Nasi jamblang merupakan makanan khas Cirebon yang menggunakan pembungkus daun jati. Aroma daun jati menambah cita rasa aneka lauk mulai dari tahu kuah, daging, pepes, hingga telur dadar.

Nasi Jamblang Mang Dul merupakan salah satu warung makan legendaris yang berdiri sejak 1968.

"Nasi Jamblang Mang Dul ini cikal bakal legendarisnya nasi jamblang dari Cirebon," ujar William.

Nasi JamblangFoto: CNN Indonesia/Endro Priherdityo
Nasi Jamblang

5. Rujak Shanghai Encim, Jakarta

Kuliner yang berlokasi di Glodok, Jakarta ini telah ada sejak 1950. Rujak Shanghai Encim ini tak berisi buah melainkan sayuran seperti kangkung, lobak dan timun. Sayuran itu dipadukan dengan makanan laut seperti cumi besar dan ubur-ubur.

Bumbu rujak ini berwarna kemerahan yang berasal dari kecap asin, saos, dan sambal tomat. Bumbu kacang tanah yang ditabur di atas kuah jadi pelengkap hidangan ini. Rujak Shanghai Encim ini sudah bertahan hingga tiga generasi. (chs)