Menpar Perintahkan Tim Crisis Center Pantau Dampak Gempa

Kemenpar, CNN Indonesia | Selasa, 21/08/2018 13:35 WIB
Menpar Perintahkan Tim Crisis Center Pantau Dampak Gempa Menteri Pariwisata Arief Yahya menginstruksikan untuk mengaktifkan kembali Crisis Center kementerian tersebut guna memantau dampak gempa Lombok. (Foto: CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pariwisata Arief Yahya menginstruksikan untuk mengaktifkan kembali Crisis Center kementerian tersebut guna memantau dampak gempa yang kembali mengguncang Lombok pada Minggu.

Diketahui, gempa kembali terjadi pada Minggu (19/8) di Lombok. Arief pun memberikan pesannya ke grup WhatsApp Crisis Center kementerian tersebut.

"Aktifkan Crisis Center, pantau 3A, Akses, Amenitas, Atraksi," tulis Arief dalam pesan tersebut.



Salah satu fokus yang dipantau oleh Kementerian Pariwisata adalah fasilitas publik pendukung pergerakan wisman yakni akses. Ini terdiri dari bandara, pelabuhan, dermaga, terminal bus, jalan, serta infrastruktur dasar.

Otoritas bandara di Lombok mencatat rata-rata penumpang mencapai 4.500 orang dari rata-rata sebelumnya yakni 5.000-6.000 orang.

Selain itu, langkah berikutnya adalah meminta maskapai penerbangan hingga otoritas bandara untuk melakukan sejumlah hal di antaranya adalah menambah jumlah pesawat, menambah jam operasional bandara, menambah slots time untuk pesawat mendarat dan lepas landas.

Oleh karena itu, dia menuturkan, akses akan disediakan lebih besar agar wisatawan merasa nyaman dan nyaman.

Percepatan Pemulihan

Amenitas atau tempat penginapan adalah bagian lanjutan yang diperhatikan kementerian itu, yakni soal kondisi, jumlah kapasitas kamar dan keamanan sendiri.

Terkait dengan atraksi, Arief menuturkan harus ada percepatan pemulihan.


"Lombok ini sebenarnya masih tanggap darurat dari gempa pertama, tetapi pariwisata harus menjemput dan segera melakukan percepatan recovery, karena promosi sekarang hasilnya tidak bisa didapatkan sekarang juga," kata Arief.

Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM mengimbau pada masyarakat agar tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah dan BPBD NTB.

Yang perlu diwaspadai adalah retakan tanah pada permukaan bumi dan longsoran.

"Khusus Lombok, karena destinasi wisata prioritas, atau masuk sepuluh Bali Baru, maka Kemenpar pun melakukan pemantauan khusus," jelas Menpar Arief.

Tim Crisis Center juga melaporkan, bahwa BMKG mencatat dampak gempa bumi di beberapa tempat, yang digambarkan dalam intensitas gempa pada skala MMI (Modified Mercalli Intensity). Lokasi itu adalah Lombok utara, Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Besar, Rinjani, Gunung Tambora, Gunung Agung dan Gunung Sangeang Api. (asa)