Yang Perlu Diperhatikan untuk Terapi Laser

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 21/09/2018 11:05 WIB
Yang Perlu Diperhatikan untuk Terapi Laser Ilustrasi (Dok. RS Bethsaida)
Jakarta, CNN Indonesia -- Terapi laser tengah digandrungi banyak wanita masa kini. Meski terlihat aman dan mudah, pasien yang menginginkan terapi laser patut memperhatikan beberapa hal untuk menghindari efek samping.

Ahli kulit dan kelamin RS Pondok Indah-Puri Indah, dr Kardiana Purnama Dewi membeberkan beberapa hal yang perlu diperhatikan calon pasien.

Pertama, Dewi menyarankan calon pasien untuk tidak menggunakan krim malam yang mengandung bahan pengelupas selama 1-3 hari sebelum dan sesudah terapi.



"Kalau pelembap saja enggak apa-apa. Yang penting tidak mengandung bahan yang menimbulkan efek pengelupasan kulit contohnya salicylic acid, retinol," ujar Dewi dalam diskusi media di kawasan Menteng, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Kedua, calon pasien juga disarankan untuk tidak terpapar sinar matahari langsung. Namun, saran ini tak cuma berlaku bagi mereka yang bakal menjalani terapi. "Kulit wajib dilindungi dengan pelembap dan tabir surya," kata Dewi.

Selain itu, khusus bagi mereka yang menjalani terapi laser pigmentasi, disarankan untuk menghindari paparan sinar matahari langsung selama kurang lebih dua pekan pascaterapi.

Anjuran untuk menghindari paparan sinar matahari itu muncul akibat 'hilangnya' tumpukan melanin pada kulit setelah terapi. Sebagai informasi, melanin berfungsi sebagai 'payung' yang melindungi wajah dari paparan sinar matahari.


"Kalau ada flek tebal, lalu disinar laser, kan, pigmen enggak ada. Lalu berjemur, dia jadi lebih hitam karena ini mekanisme kulit untuk melindungi diri," jelas Dewi.

Pasien terapi pigmentasi juga tidak disarankan untuk menggunakan make up hingga koreng atau lapisan kulit yang menghitam hilang. Biasanya, lapisan ini akan hilang setelah 5-7 hari.

Terapi laser ini tak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Butuh beberapa kali pertemuan dilakukan secara rutin. "Makanya ada konsultasi dulu untuk mengetahui nanti harus berapa kali terapi," imbuh Dewi. (els)


BACA JUGA