Studi: Polusi Udara Tingkatkan Risiko Demensia

Tim, CNN Indonesia | Senin, 24/09/2018 08:46 WIB
Studi: Polusi Udara Tingkatkan Risiko Demensia Ilustrasi polusi udara (AFP PHOTO / DOMINIQUE FAGET)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sudah bukan rahasia lagi jika polusi udara bakal berdampak buruk pada kesehatan. Namun, sebuah penelitian teranyar menyebutkan, polusi udara bukan cuma berdampak buruk pada paru-paru, tapi juga kesehatan otak, khususnya pada lansia.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal BMJ Open ini menemukan bahwa lansia yang tinggal di wilayah dengan tingkat polusi udara tinggi berisiko terkena demensia dibandingkan mereka yang tinggal di wilayah dengan tingkat polusi udara lebih rendah.

"Secara khusus, mereka (lansia) yang tinggal di area dengan tingkat polusi udara kelima teratas akan berisiko terkena demensia sebesar 40 persen," ujar salah satu peneliti, Iain Carey dari St. George's University of London, melansir CNN.


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa demensia merupakan penyebab kematian ketujuh di dunia. Gangguan ini menyebabkan menurunnya kemampuan berpikir dan berperilaku.


Di dunia, orang dengan demensia (ODD) saat ini diperkirakan mencapai 47 juta orang. Angka ini diprediksi meningkat hingga 75 juta pada tahun 2030.

Penelitian ini diikuti sekitar 130 ribu orang dewasa yang tinggal di London, Inggris, pada tahun 2004 dengan rentang usia 50-79 tahun. Hasilnya, 2.182 atau 1,7% persen mereka yang mengikuti penelitian menerima diagnosis dimensia.

Dalam studi itu, para peneliti juga melihat faktor lingkungan sekitar mereka tinggal. Mereka yang tinggal di dekat jalan besar memiliki peluang lebih banyak menghirup udara kotor. Hal ini menjadi faktor terbesar seseorang mengidap demensia.


Namun, sayangnya penelitian ini hanya dilakukan di London, Inggris. Artinya, harus ada lebih banyak penelitian lagi untuk menentukan apakah temuan serupa bisa muncul di wilayah lain secara global.

Indonesia sendiri disebut-sebut sebagai salah satu negara dengan tingkat polusi udara tertinggi. Sebelumnya, Greenpeace merilis data 10 besar tingkat polusi udara di dunia. Jakarta menjadi 'juara dunia' kota dengan tingkat polusi udara tertinggi. (pus/asr)