Rahasia Romantis Tudung Pengantin Meghan Markle

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 25/09/2018 08:45 WIB
Rahasia Romantis Tudung Pengantin Meghan Markle Prosesi pernikahan Meghan Markle dan Pangeran Harry (Andrew Matthews/Pool via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tudung yang dikenakan Meghan Markle saat menikah dengan Pangeran Harry bukan sekadar penghias kepala. Tudung sepanjang 5 meter itu ternyata kaya akan cerita romantis.

Markle baru saja mengungkap rahasia romantis di balik tudung pernikahan dari Givenchy itu. Dalam cuplikan film dokumenter bertajuk Queen of the World, Markle menyebut tudung itu didedikasikan spesial untuk Pangeran Harry.

Di dalam tudung itu bahkan terdapat potongan kain biru yang diambil dari gaun yang dikenakan Markle saat kencan pertama dengan Pangeran Harry.



"Di dalam tudung itu terdapat sepotong kain biru yang dijahit di dalamnya, sesuatu yang biru. Itu kain dari gaun yang saya pakai di kencan pertama," kata Markle kepada konservator Hannah Belcher yang bekerja untuk Royal Collection Trust. Markle berbicara sambil memandangi gaun pernikahannya.

Markle juga memberi kejutan pada Pangeran Harry bahwa tudung itu memiliki renda yang dihias bunga-bunga yang mewakili negara persemakmuran. Flora itu tersulam dengan benang sutra dan organza dalam tudung berbahan sutra tulle tersebut.


Markle juga meminta agar tudung itu memasukkan dua bunga favoritnya yakni Wintersweet (Chimonanthus praecox), yang tumbuh di Istana Kensington dan California Poppy (Eschscholzia californica), bunga dari tanah kelahirannya, California.

"Dan saya tahu itu akan menjadi kejutan yang menyenangkan bagi suami saya. Saya pikir anggota keluarga lain memiliki raksi yang sama karena mengetahui betapa pentingnya ini untuk kami, dan kami akan melakukannya untuk negara-negara persemakmuran," kata Markle, seperti dikutip dari The Independent.

Tudung Markle itu dirancang oleh Clare Waight Keller. Sang desainer membuat setiap bunga dalam tiga dimensi untuk menciptakan desain yang unik dan halus. Para pekerja bahkan disebut menghabiskan ratusan jam untuk menjahit dan mencuci tangan mereka setiap tiga puluh menit demi menjaga tulle dan benang yang masih asli. (ptj/asr)