6 Cara Sehat Menyelesaikan Konflik Rumah Tangga

CNN Indonesia | Kamis, 15/04/2021 11:51 WIB
Konflik jadi satu hal yang tak bisa dihindari dalam kehidupan berumah tangga. Berikut beberapa cara sehat menyelesaikan konflik. Ilustrasi. Konflik jadi satu hal yang tak bisa dihindari dalam kehidupan berumah tangga. (Takmeomeo/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ibarat garam dan gula dalam masakan, konflik menjadi bumbu dalam kehidupan rumah tangga. Konflik jadi satu hal yang tak dapat dihindari.

Konsultan pernikahan, Indra Noveldy mengatakan bahwa, takaran 'bumbu' rumah tangga harus pas demi kelanggengan hubungan yang baik.

"Kenapa ada konflik? Saat ekspektasi harapan tidak sesuai dengan kenyataan, welcome to reality," kata Indra saat webinar bersama Parentalk x GoPay, beberapa waktu lalu.


Konflik akan membawa manfaat dan menyehatkan hubungan jika diselesaikan dengan cara yang sehat. Indra membagikan beberapa cara menyelesaikan konflik yang sehat, seperti berikut.

1. Konflik dibuat sederhana

Fokus lah pada konflik yang sedang dihadapi. Jangan menambah parah konflik dengan persoalan-persoalan lain, apalagi mengungkit hal-hal yang sudah berlalu.

2. Perbaiki mindset

Anda perlu menyiapkan mindset yang tepat. Konflik adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari.

"Kita harus siap jika mau tumbuh lebih baik dan belajar dari konflik," ujar Indra. Berikan makna pada konflik yang dihadapi. Bentuk pola pikir bahwa setiap konflik pasti memiliki tujuan.

3. Buat SOP

Standard operational procedure (SOP) diperlukan pasangan suami istri dalam mengatasi konflik. SOP menjadi pedoman sepasang suami istri saat berkonflik.

"Perlu ada kesepakatan 'do and don'ts'," ujar Indra.

4. Jadi pendengar

Anda juga disarankan untuk mulai terbuka dengan perasaan sendiri. Selain itu, coba-lah jadi pendengar yang baik dan mempraktikkan assertive communication. Nama terakhir merupakan kemampuan seseorang untuk menyampaikan perasaan, pikiran, gagasan, disertai rasa menghargai perasaan serta pikiran orang lain.

5. Cari solusi

Konflik memiliki satu tujuan, yakni menemukan solusi. Perlu diingat bahwa konflik bukan sekadar saling lempar argumen dan mencari siapa yang menang.

6. Jika perlu, cari bantuan

Tak semua konflik harus diatasi sendiri. Ada kalanya sebuah konflik sulit untuk menemukan jalan tengah dan memerlukan bantuan pihak ketiga. Misalnya saja, konflik keuangan yang perlu menghadirkan konsultan keuangan.

(els/asr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK