Pan de Muertos, 'Roti Kematian' Beraroma Jeruk

CNN Indonesia | Jumat, 02/11/2018 16:35 WIB
Pan de Muertos, 'Roti Kematian' Beraroma Jeruk Pan de Muertos (CNN Indonesia/Christina Andhika Setyanti)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tanggal 1-2 November setiap tahunnya, kemeriahan selalu terlihat di Meksiko. Kain warna-warni, bunga-bunga bermekaran aneka warna, sampai tarian meriah ditarikan warga Meksiko yang merias wajahnya menyerupai tengkorak.

Mereka merayakan hari pesta kematian, Dia de los Muertos.

Tak sekadar tarian dan pesta meriah untuk mengenang kembali mereka yang sudah meninggal, pesta ini juga dilengkapi dengan aneka sajian nikmat sebagai perjamuan untuk para arwah dan juga orang-orang yang masih hidup.



Salah satu makanan yang hadir dalam perjamuan tersebut adalah tamale dan pan de muerto.

"Tamale adalah makanan yang terbuat dari masa atau tepung jagung atau adonan tepung yang dibungkus dengan daun pisang kemudian dikukus," kata Gerardo Serrano, wakil duta besar Meksiko untuk Indonesia saat perayaan Dia de los Muertos di Esas, Senopati, Kamis (1/11).

Sekilas, tamale ini terlihat seperti kue pisang nagasari di Indonesia namun lebih tipis. Tapi ini hanya bentuknya saja, rasanya tentu jauh berbeda. Tamale adalah hidangan asin yang dicampur dengan olahan daging dan memiliki cairan gurih karena proses pengukusannya.

"Makanan ini bisa diisi dengan apapun termasuk daging, sayuran, dan apapun yang dipersiapkan."

Tamale biasa disajikan dengan pasta kacang merah yang kental dan juga 'acar' tomat yang segar dan terasa asam.

Selain tamale, sajian yang wajib ada saat perayaan ini adalah pan de muertos atau roti kematian.


"Roti ini dibuat dengan tambahan biji wijen di atasnya. Bentuknya bulat," kata Alejandra Yick, chef dari kedutaan Meksiko.

Bentuk bulat ini kata dia, menggambarkan sebuah lingkaran kehidupan. Sedangkan di bagian atasnya, ada tambahan roti yang dibentuk memanjang yang melambangkan tulang-tulang manusia.

Sedangkan di bagian atasnya terdapat sebuah lingkaran kecil yang menggambarkan tengkorak manusia.

"Roti ini punya dua rasa, manis dan asin. Namun di dalamnya ada tambahan aroma jeruk," kata dia.

"Orang yang sudah meninggal akan mencari dan mengikuti aroma jeruk dalam roti yang dalam perjamuan yang diberikan untuk mereka."

Untuk menyantapnya, roti yang terasa manis bisa disantap dengan tambahan susu dan cokelat. Sedangkan yang asin bisa disantap bersama tamale.

pan de muertospan de muertos (CNN Indonesia/Christina Andhika Setyanti)


Sejarah roti kematian

Alexandra mengungkapkan roti kematian atau bread of the death, dalam bahasa meksiko pan de muertos ini dipakai untuk menggantikan 'perjamuan' asli dengan tubuh manusia.

"Roti ini dibuat karena dulunya nenek moyang kami membuat persembahan dengan tubuh manusia," kata dia.

"Ketika orang Spanyol datang, mereka membawa gandum. Sejak saat itu kami bisa membuat roti ini sebagai bagian perjamuan di altar."


(chs)