Influencer di Tengah Hiruk-Pikuk Dunia Mode

CNN Indonesia | Sabtu, 03/11/2018 15:45 WIB
Influencer di Tengah Hiruk-Pikuk Dunia Mode Jovi Adhiguna (Screenshot via Instagram/@joviadhiguna)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ada yang menarik dalam dunia mode pada beberapa tahun ke belakang. Sederet nama influencer mendadak mengambil peran dalam lika liku dunia mode.

Mereka berfoto mengenakan busana karya sederet desainer dan mengunggahnya di laman media sosial. Setelahnya, busana itu bakal mendadak naik pamor.

Tengok saja gelaran Jakarta Fashion Week 2019 lalu. Sejumlah influencer tampak wara-wiri di atas catwalk. Sederet nama mulai dari Andy Anata, Anaz Siantar, Ayla Dimitri, Cindy Karmoko, Jovie Adiguna, dan lain-lain melenggang bak model dengan busana-busana mewah buatan para perancang.



Memiliki ribuan pengikut di media sosial, berkesempatan tampil di beragam acara hingga mengenakan busana-busana desainer lokal maupun mancanegara membuat influencer seolah selebriti yang bergelimang harta.

Namun, di balik itu semua, tak bisa ditampik bahwa influencer juga memiliki peran untuk kemajuan desainer maupun industri mode tanah air.

Influencer, kata Cindy, juga merupakan bagian dari model yang melenggang di atas catwalk.

"Model enggak punya kemampuan untuk memengaruhi orang untuk membeli, kalau influencer punya pengaruh. Orang bakal tanya, ini bagus enggak, worth it enggak," kata Cindy kepada CNNIndonesia.com saat gelaran Jakarta Fashion Week 2019, beberapa waktu lalu.


Bagi Cindy, relasi antara influencer dan desainer adalah bentuk simbiosis mutualisme. "Apalah kami kalau enggak ada desainer Indonesia, iya, kan?" katanya.

Senada dengan Cindy, influencer lain, Jovi Adhiguna, juga mengungkapkan hal serupa. Peran influencer untuk kemajuan desainer dan dunia mode sangat lah besar. Influencer, kata dia, memiliki kedekatan dengan 'penontonnya' sendiri.

Dalam pengalamannya, Jovi bahkan pernah ditanyai tentang apa saja yang dikenakannya. "Kami mempromosikan dan akhirnya mampu menjangkau kalangan tertentu," kata Jovi kepada CNNIndonesia.com dalam kesempatan berbeda.

Akan tetapi, peran ini tak selalu dibarengi dengan masukan atau kritik dengan desainer. Influencer, imbuh Jobi, hanya meramu, memadu padan, hingga apik dikenakan.

Fenomena influencer ini juga tampaknya ditangkap oleh sederet pengamat mode. Ai Syarif, misalnya, setuju dengan pendapat bahwa influencer bakal memberikan pengaruh pada desainer, khususnya urusan penjualan.


"Influencer adalah role model," ujar Ai pada CNNIndonesia.com. Sebagai role model, tentu di belakang sana ada jutaan orang yang bakal 'menjiplak' gayanya.

"Misalnya saya di-endorse produk kosmetik atau minuman. Massa yang menganggap saya sebagai role model tentu akan berusaha untuk membeli dan memakainya juga," kata Ai.

Namun, Ai mengingatkan influencer untuk tak sekadar jadi 'agen promosi', tapi juga edukasi. Edukasi yang dimaksud adalah influencer harus tahu seluk beluk apa yang mereka gunakan.

Misalnya saja dalam busana berbahan kain tradisional. Bagi Ai, seorang influencer bakal lebih baik memberikan sedikit sejarah atau filosofi dari kain tersebut.

"Jangan sampai gaya-gayaan di foto, unggah di Instagram, tapi enggak tahu apa-apa. Padahal itu yang paling penting," pungkas Ai. (els/asr)